Target Swasembada Gula Terkendala Produktivitas dan Pabrik Tua

Sabtu, 18 April 2026 - 22:00 WIB
loading...
Target Swasembada Gula...
Pemerintah terus memacu target swasembada gula konsumsi. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus memacu target swasembada gula konsumsi pada 2028, namun langkah tersebut masih dibayangi oleh tantangan struktural berupa rendahnya produktivitas tebu dan kondisi mesin pabrik yang telah usang. Meski pemerintah telah menetapkan peta jalan melalui integrasi industri, sinergi antara sektor hulu dan hilir dinilai masih memerlukan revitalisasi menyeluruh guna mencapai target produksi nasional.

“Faktor pabrik gula mesinnya sudah tua, sehingga kualitas produk gula tidak optimal juga berwarna putih kusam atau kuning. Hal itu perlu dilakukan (modernisasi) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi yang dapat mendorong swasembada gula,” ujar akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yuvensius Sri Susilo seperti dikutip pada Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Pasien Diabetes Tidak Boleh Konsumsi Gula, Mitos atau Fakta?

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menjelaskan bahwa produktivitas tebu nasional saat ini masih relatif rendah dengan rata-rata 4,74 ton gula per hektare. Kendala utama di sektor hulu mencakup usia kebun yang menua, keterbatasan bibit unggul, serta minimnya infrastruktur irigasi dan akses permodalan bagi petani.

Di sisi hilir, Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, mengakui kualitas gula produksi BUMN belum optimal akibat kondisi pabrik yang sudah tua. Hal ini berdampak pada rendahnya rendemen atau kadar kandungan gula dalam tebu. Pengamat pertanian IPB, Purwono MS, menambahkan bahwa efisiensi pabrik yang beragam mengakibatkan biaya olah gula menjadi tinggi, yang pada akhirnya membebani daya saing industri nasional.

Selain masalah teknis, transisi bahan baku pada pabrik gula rafinasi juga menemui hambatan investasi dan logistik. Wakil Menteri Perdagangan, Faisol Riza, mengungkapkan bahwa sebagian besar pabrik rafinasi saat ini hanya dirancang untuk mengolah gula mentah (raw sugar), sehingga peralihan ke pengolahan tebu langsung memerlukan investasi fasilitas baru yang sangat besar.



Hambatan logistik dan keterbatasan lahan turut menjadi isu krusial karena banyak pabrik rafinasi berlokasi di kawasan pelabuhan yang jauh dari area perkebunan tebu. Faisol menekankan bahwa tebu harus segera digiling untuk menjaga rendemen tetap optimal, sehingga jarak antara kebun dan pabrik menjadi faktor penentu kualitas gula yang dihasilkan.

Baca Juga: Resmi! Thailand Pangkas 50 Persen Kadar Gula Minuman, Thai Tea Kini Tak Semanis Dulu

Sebagai upaya percepatan, pemerintah menargetkan produksi gula konsumsi mencapai 3 juta ton pada tahun 2026 melalui konsolidasi antara Holding Pangan ID Food dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Langkah ini mengintegrasikan 36 pabrik gula serta mendorong pembukaan lahan baru seluas 200 ribu hektare pada periode 2025–2026.

Kebijakan ini diperkuat melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2023 yang mengatur percepatan swasembada gula nasional dan penyediaan bioetanol. Guna menjaga keseimbangan pasar, pemerintah menetapkan harga acuan gula sebesar Rp14.500 per kilogram di tingkat produsen dan Rp17.500 per kilogram di tingkat konsumen demi menjamin kesejahteraan petani dan keterjangkauan bagi masyarakat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula
Pemerintah Setop Sementara...
Pemerintah Setop Sementara Impor Gula Rafinasi, Bagaimana Kebutuhan Industri?
Konsolidasi Bisnis Gula...
Konsolidasi Bisnis Gula Danantara Disebut Bakal Percepat Swasembada Nasional
Kembalikan Kejayaan...
Kembalikan Kejayaan Era Penjajahan Belanda, Produksi Gula Ditarget Naik 10 Ton per Hektare
Wapres Gibran Tinjau...
Wapres Gibran Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Banyuwangi
Dukung Swasembada Gula,...
Dukung Swasembada Gula, Pabrik Gula di Sulawesi Siap Diaktifkan Kembali
Tanam Bibit Tebu di...
Tanam Bibit Tebu di Subang, PTPN I Regional 2 Siap Dukung Swasembada Gula Nasional 2030
Rekomendasi
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved