Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula

Rabu, 17 Desember 2025 - 18:37 WIB
loading...
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan, mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan di ekosistem dan industri gula nasional. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Memasuki musim tanam tebu , DPR mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan di ekosistem dan industri gula nasional. Hal ini penting bukan saja karena Pemerintahan Prabowo Subianto mencanangkan target swasembada gula 2026 tetapi juga karena kepentingan bangsa yang lebih besar secara jangka panjang.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan, mengatakan musim tanam tebu sudah dimulai untuk musim panen dan giling 2026. Melihat situasi saat ini, penguatan industri gula harus menjadi kepentingan strategis untuk kepentingan jangka panjang karena menyangkut ketahanan pangan, keberlanjutan ekonomi pedesaan, serta daya saing industri nasional. Baca juga: Kembalikan Kejayaan Era Penjajahan Belanda, Produksi Gula Ditarget Naik 10 Ton per Hektare

“Perbaikan ekosistem gula nasional bukan hanya soal mengejar target swasembada. Ini adalah kepentingan besar dan jangka panjang bagi ketahanan pangan serta keberlangsungan industri nasional. Tanpa pembenahan menyeluruh, masalah gula akan terus berulang,” katanya kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).

Tanpa pondasi ekosistem yang sehat, menurutnya, industri gula akan terus berada dalam posisi rapuh dan bergantung pada solusi jangka pendek yaitu impor. ”Meningkatkan produktivitas di level petani atau di perkebunan dan produksi di pabrik adalah cara untuk memperkuat pondasi ekosistem gula nasional,” ujarnya.

Caranya adalah dengan melakukan investasi untuk modernisasi di dua sisi tersebut. Nasim menegaskan bahwa untuk merealisasikannya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. ”Terlepas ada atau tidaknya target swasembada. Ini adalah upaya perbaikan yang harus dilihat sebagai agenda struktural yang menentukan masa depan industri dan petani tebu dalam jangka panjang,” terangnya.

Modernisasi diperlukan supaya petani lebih mudah dalam menanam dan menghasilkan tebu dengan rendemen yang meningkat. Begitu juga di pabrik, kata Nasim, saat ini peralatan di produksi banyak yang sudah tua karena mayoritas pabrik gula sudah eksis sejak zaman Belanda.

Ketika produktivitas meningkat, penataan di tata niaga gula akan bisa dijalankan lebih efektif. Gula hasil produksi petani nasional akan semakin berdaya saing baik dari sisi harga maupun kualitas. Begitu juga dari sisi jumlah produksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sistem Berjenjang Jadi...
Sistem Berjenjang Jadi Jawaban Krisis Bibit Tebu
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Target Swasembada Gula...
Target Swasembada Gula Terkendala Produktivitas dan Pabrik Tua
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Pemerintah Setop Sementara...
Pemerintah Setop Sementara Impor Gula Rafinasi, Bagaimana Kebutuhan Industri?
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR: Harusnya Tak Merembet ke Kebutuhan Pokok
Kang Cucun Anggap Sekolah...
Kang Cucun Anggap Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved