Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Minggu, 19 April 2026 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Komando Angkatan Laut Garda Revolusi Iran secara tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali militer penuh selama pembatasan oleh AS terhadap Iran tidak dicabut. Baca Juga: Kapal Tanker Malaysia yang Lewat Selat Hormuz Tiba, Boyong Minyak 1 Juta Barel
"Kami tidak dapat membiarkan kapal musuh, terutama kapal militer atau yang terkait dengan negara-negara yang terlibat agresi, melewati selat secara normal, karena mereka menimbulkan ancaman langsung," kata juru bicara tersebut.
Pasar global langsung bereaksi negatif terhadap kabar penutupan kembali jalur tersebut. Sempat turun saat pengumuman pembukaan di hari Jumat, harga minyak mentah kini merangkak naik kembali menuju level USD100 per barel.
Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar jet (jet fuel) dalam waktu enam minggu jika gangguan terus berlanjut. Sementara itu negara-negara Eropa mulai menghadapi lonjakan biaya energi yang mencekik karena aliran minyak yang tersendat.
Bahkan organisasi kemanusiaan mulai menyuarakan alarm bahaya terkait keamanan pangan akibat terganggunya rantai pasok pupuk dan komoditas pertanian yang melintasi jalur tersebut.
"Kami tidak dapat membiarkan kapal musuh, terutama kapal militer atau yang terkait dengan negara-negara yang terlibat agresi, melewati selat secara normal, karena mereka menimbulkan ancaman langsung," kata juru bicara tersebut.
Pasar global langsung bereaksi negatif terhadap kabar penutupan kembali jalur tersebut. Sempat turun saat pengumuman pembukaan di hari Jumat, harga minyak mentah kini merangkak naik kembali menuju level USD100 per barel.
Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar jet (jet fuel) dalam waktu enam minggu jika gangguan terus berlanjut. Sementara itu negara-negara Eropa mulai menghadapi lonjakan biaya energi yang mencekik karena aliran minyak yang tersendat.
Bahkan organisasi kemanusiaan mulai menyuarakan alarm bahaya terkait keamanan pangan akibat terganggunya rantai pasok pupuk dan komoditas pertanian yang melintasi jalur tersebut.
(akr)
Lihat Juga :