Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan

Minggu, 19 April 2026 - 13:59 WIB
loading...
A A A
"Pastikan Anda mengendalikan inflasi sebelum mulai terlalu khawatir tentang kembali memikirkan sisi pertumbuhan," tegas Banga.

Ia juga memperingatkan soal jebakan subsidi. Banga menekankan, pemerintah agar tidak terjebak dalam pemberian subsidi energi yang tidak berkelanjutan. Langkah gegabah menahan harga BBM melalui subsidi berlebihan justru bisa menciptakan masalah fiskal yang jauh lebih besar di masa depan.

Mengenai pertanyaan apakah gencatan senjata akan menghasilkan sesuatu yang bertahan lama, Banga menjawab dengan tegas. "Pertanyaannya sebenarnya adalah, apakah perdamaian saat ini dan negosiasi yang akan berlangsung akhir pekan ini akan menghasilkan perdamaian yang abadi dan kemudian dibukanya kembali Selat?" katanya.

Jika konflik kembali terjadi, ia memperingatkan dampaknya terhadap infrastruktur energi bisa jadi lebih besar atau bertahan lebih lama daripada yang sudah terjadi.

Pesan bagi Investor dan Pasar

Bagi para investor, pesan Bank Dunia sangat jelas bahwa jangan berekspektasi pada pemulihan instan. Rantai pasok dan inventaris global tidak akan pulih di hari yang sama saat kapal tanker mulai berlayar kembali. Penyesuaian ini akan memakan waktu berbulan-bulan, bukan berminggu-minggu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Rekomendasi
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved