Membaca Ruang Kenaikan Lanjutan IHSG Pekan Ini usai Gaspol ke 7.634
Minggu, 19 April 2026 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
Secara umum angka ini akan memberikan gambaran arah kebijakan moneter China ke depan, khususnya dalam menjaga momentum pertumbuhan yang sejauh ini masih terlihat cukup solid. Kalau tidak ada perubahan, artinya otoritas masih cenderung wait and see. Tapi kalau ada penurunan, itu bisa jadi sinyal bahwa tekanan ekonomi mulai meningkat dan pemerintah perlu memberikan stimulus tambahan.
Selanjutnya dari Amerika Serikat, data retail sales bulan Maret juga akan jadi perhatian, dengan konsensus tumbuh 1,3% secara bulanan, lebih tinggi dari sebelumnya di 0,6%. Data ini penting karena mencerminkan kekuatan konsumsi yang merupakan motor utama ekonomi AS.
Kalau realisasinya sesuai atau di atas ekspektasi, bisa memperkuat narasi bahwa ekonomi AS masih cukup resilient meskipun ada tekanan dari sisi energi. Namun di sisi lain, angka yang terlalu kuat juga bisa membuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi yang biasanya kurang favorable untuk market.
Dari domestik, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga akan menjadi fokus, dengan konsensus di level 4,75%. BI kemungkinan masih akan tetap menjaga suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali.
Pasar juga akan mencermati tone kebijakan ke depan, terutama apakah ada perubahan sikap dalam merespons tekanan eksternal yang meningkat. Terakhir, data EIA Crude Oil Stocks Change juga menarik untuk diperhatikan, dengan konsensus penurunan sekitar 1 juta barel. Data ini sering kali jadi indikator jangka pendek untuk melihat kondisi supply-demand di pasar minyak.
Penurunan stok biasanya mengindikasikan supply yang lebih ketat dan bisa menopang harga minyak tetap tinggi. Dalam konteks saat ini, data ini akan semakin relevan karena pasar sedang sangat sensitif terhadap isu pasokan energi.
Selanjutnya dari Amerika Serikat, data retail sales bulan Maret juga akan jadi perhatian, dengan konsensus tumbuh 1,3% secara bulanan, lebih tinggi dari sebelumnya di 0,6%. Data ini penting karena mencerminkan kekuatan konsumsi yang merupakan motor utama ekonomi AS.
Kalau realisasinya sesuai atau di atas ekspektasi, bisa memperkuat narasi bahwa ekonomi AS masih cukup resilient meskipun ada tekanan dari sisi energi. Namun di sisi lain, angka yang terlalu kuat juga bisa membuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi yang biasanya kurang favorable untuk market.
Dari domestik, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga akan menjadi fokus, dengan konsensus di level 4,75%. BI kemungkinan masih akan tetap menjaga suku bunga acuan di 4,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali.
Pasar juga akan mencermati tone kebijakan ke depan, terutama apakah ada perubahan sikap dalam merespons tekanan eksternal yang meningkat. Terakhir, data EIA Crude Oil Stocks Change juga menarik untuk diperhatikan, dengan konsensus penurunan sekitar 1 juta barel. Data ini sering kali jadi indikator jangka pendek untuk melihat kondisi supply-demand di pasar minyak.
Penurunan stok biasanya mengindikasikan supply yang lebih ketat dan bisa menopang harga minyak tetap tinggi. Dalam konteks saat ini, data ini akan semakin relevan karena pasar sedang sangat sensitif terhadap isu pasokan energi.
(akr)
Lihat Juga :