Dunia Kehilangan Produksi Minyak Rp856 Triliun Imbas Perang Iran, Dampaknya Bertahun-tahun

Senin, 20 April 2026 - 08:58 WIB
loading...
Dunia Kehilangan Produksi...
Kapal tanker minyak mentah berkapasitas sangat besar (VLCC) berbaris di Pelabuhan Corpus Christi, tempat mereka sedang dimuat dengan minyak mentah untuk dikirim ke seluruh dunia, dalam foto yang disediakan ini yang diambil pada Juli 2022. FOTO/Reuters
A A A
LONDON - Pasar global minyak mentah kehilangan lebih dari 500 juta barel produksi sejak perang Iran dimulai hampir 50 hari lalu dengan kerugian mencapai USD50 miliar atau setara Rp856 triliun. Menurut analis dan perhitungan Reuters, dampak krisis tersebut diprediksi berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

"500 juta barel minyak yang hilang setara dengan membatasi permintaan aviasi global selama 10 minggu, perjalanan darat seluruh kendaraan dunia selama 11 hari, atau konsumsi minyak ekonomi global selama lima hari," ujar Analis Utama Wood Mackenzie, Iain Mowat, dikutip dari Reuters, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Gejolak Harga Minyak Berlanjut

Berdasarkan data Kpler, sejak akhir Februari, gangguan pasokan mencapai 500 juta barel minyak mentah dan kondensat merupakan gangguan terbesar dalam sejarah modern. Kerugian tersebut setara hampir satu bulan permintaan minyak AS, lebih dari satu bulan untuk seluruh Eropa, enam tahun konsumsi bahan bakar militer AS, serta empat bulan kebutuhan pengiriman laut internasional.



Negara-negara Teluk Arab kehilangan sekitar 8 juta barel per hari (bph) produksi pada Maret, setara gabungan produksi Exxon Mobil dan Chevron, dua raksasa minyak dunia. Ekspor jet fuel dari Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, dan Oman anjlok dari 19,6 juta barel pada Februari menjadi hanya 4,1 juta barel untuk Maret dan April gabungan.

Volume ekspor yang hilang cukup untuk 20.000 penerbangan bolak-balik antara Bandara JFK New York dan Heathrow London, kata Reuters. Dengan harga minyak rata-rata USD100 per barel sejak konflik, kerugian pendapatan mencapai USD50 miliar atau setara 1% PDB Jerman tahunan atau seluruh PDB Latvia dan Estonia.

Baca juga: China Khawatir Jepang Jadi 'Israel di Asia', Apa Artinya?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sempat menyatakan Selat Hormuz telah terbuka usai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Sementara, Presiden AS Donald Trump optimistis kesepakatan akhir perang Iran akan segera tercapai, meski waktunya belum jelas.

Namun, pemulihan produksi dan aliran diprediksi lambat. Inventori minyak darat global turun 45 juta barel pada April, sementara pemadaman produksi sejak akhir Maret capai 12 juta bph.

Lapangan minyak berat di Kuwait dan Irak butuh 4-5 bulan untuk normal, memperpanjang penarikan stok hingga musim panas, kata Johannes Rauball, analis senior Kpler. Kerusakan kilang dan kompleks LNG Ras Laffan Qatar berarti pemulihan infrastruktur energi kawasan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved