CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
Senin, 20 April 2026 - 13:06 WIB
loading...
LCC menggelar pelatihan kader Posyandu yang melibatkan sekitar 100 kader dari wilayah kerja Puskesmas Cibatu, Kabupaten Bekasi, untuk percepatan penurunan stunting pada April 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Memasuki awal 2026, LippoLand melalui kawasan pengembangan Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC) mempertegas arah strategis program corporate social responsibility (CSR) sebagai bagian integral dari pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak sekadar aktivitas filantropi, program CSR LCC kini diposisikan sebagai instrumen penciptaan nilai bersama (creating shared value) yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Deputy COO Lippo Cikarang Cosmopolis, Lukas Budi Setiawan, menegaskan rangkaian program yang yelag dibikin merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang terukur. “CSR bukan lagi sekadar program tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan kami. Melalui kerangka Lippo untuk Indonesia PASTI, kami ingin memastikan setiap inisiatif memberikan dampak yang terukur dan relevan bagi masyarakat,” katanya, Senin (20/4/2026). Baca juga: 1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Dengan pendekatan yang semakin terarah dan berkelanjutan, Lippo Cikarang Cosmopolis optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan mandiri. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kawasan yang berdaya saing.
Sepanjang kuartal pertama 2026, berbagai inisiatif dijalankan secara terarah di bawah kerangka “Lippo untuk Indonesia PASTI”, yang mencakup lima pilar utama: Pendidikan, Lingkungan, Sosial Kemasyarakatan, Kesehatan, dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal. Pendekatan ini memastikan setiap program tidak hanya responsif terhadap kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada solusi jangka panjang.
Respons cepat terhadap situasi darurat menjadi pijakan awal tahun ini. Pada Januari 2026, LCC menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Sukatani. Bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, ikan kaleng, dan air mineral didistribusikan secara langsung, mencerminkan kesiapsiagaan perusahaan dalam mendampingi masyarakat di masa krisis.
Memasuki Februari, fokus program bergeser pada penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Melalui pemberian perlengkapan ibadah ke sejumlah masjid di kawasan Cikarang, LCC berkontribusi dalam mendukung kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat.
Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial melalui kegiatan buka puasa bersama anak yatim di Pasar Central. Lebih dari 200 anak menerima santunan dalam kegiatan ini, sebuah wujud kepedulian yang juga memperkuat ikatan antara kawasan dan komunitas di sekitarnya. Baca juga: Jawab Gaya Hidup Urban, Lippoland Perkenalkan 5enses Collection
Memasuki April, arah program semakin strategis dengan fokus pada isu kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting . Melalui pelatihan kader Posyandu yang melibatkan sekitar 100 kader dari wilayah kerja Puskesmas Cibatu, LCC mendorong peningkatan kapasitas garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber profesional, dr. Bernas Napitupulu dari RS Metro Hospitals Cikarang, yang memberikan edukasi komprehensif terkait pemenuhan gizi balita, pencegahan anemia, serta penanganan ibu dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Inisiatif ini tidak hanya merepresentasikan pilar Kesehatan dan Pendidikan, tetapi juga selaras dengan agenda nasional dalam menurunkan angka stunting.
Deputy COO Lippo Cikarang Cosmopolis, Lukas Budi Setiawan, menegaskan rangkaian program yang yelag dibikin merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang terukur. “CSR bukan lagi sekadar program tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan kami. Melalui kerangka Lippo untuk Indonesia PASTI, kami ingin memastikan setiap inisiatif memberikan dampak yang terukur dan relevan bagi masyarakat,” katanya, Senin (20/4/2026). Baca juga: 1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Dengan pendekatan yang semakin terarah dan berkelanjutan, Lippo Cikarang Cosmopolis optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan mandiri. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kawasan yang berdaya saing.
Sepanjang kuartal pertama 2026, berbagai inisiatif dijalankan secara terarah di bawah kerangka “Lippo untuk Indonesia PASTI”, yang mencakup lima pilar utama: Pendidikan, Lingkungan, Sosial Kemasyarakatan, Kesehatan, dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal. Pendekatan ini memastikan setiap program tidak hanya responsif terhadap kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada solusi jangka panjang.
Respons cepat terhadap situasi darurat menjadi pijakan awal tahun ini. Pada Januari 2026, LCC menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Sukatani. Bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, ikan kaleng, dan air mineral didistribusikan secara langsung, mencerminkan kesiapsiagaan perusahaan dalam mendampingi masyarakat di masa krisis.
Memasuki Februari, fokus program bergeser pada penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Melalui pemberian perlengkapan ibadah ke sejumlah masjid di kawasan Cikarang, LCC berkontribusi dalam mendukung kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat.
Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial melalui kegiatan buka puasa bersama anak yatim di Pasar Central. Lebih dari 200 anak menerima santunan dalam kegiatan ini, sebuah wujud kepedulian yang juga memperkuat ikatan antara kawasan dan komunitas di sekitarnya. Baca juga: Jawab Gaya Hidup Urban, Lippoland Perkenalkan 5enses Collection
Memasuki April, arah program semakin strategis dengan fokus pada isu kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting . Melalui pelatihan kader Posyandu yang melibatkan sekitar 100 kader dari wilayah kerja Puskesmas Cibatu, LCC mendorong peningkatan kapasitas garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber profesional, dr. Bernas Napitupulu dari RS Metro Hospitals Cikarang, yang memberikan edukasi komprehensif terkait pemenuhan gizi balita, pencegahan anemia, serta penanganan ibu dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Inisiatif ini tidak hanya merepresentasikan pilar Kesehatan dan Pendidikan, tetapi juga selaras dengan agenda nasional dalam menurunkan angka stunting.
(poe)
Lihat Juga :