Trump Sebut Sita Kapal-kapal Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih

Selasa, 21 April 2026 - 08:57 WIB
loading...
Trump Sebut Sita Kapal-kapal...
Sebuah kilang minyak beroperasi di tengah melemahnya permintaan diperkirakan mengalami penurunan kuartalan tertajam sejak krisis Covid-19. FOTO/AP
A A A
LONDON - Harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan angkatan laut negaranya telah mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran. Pernyataan tersebut memperburuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi global.

Analis energi dari MST Marquee Saul Kavonic mengatakan pasar minyak saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. "Pasar minyak terus bergejolak sebagai respons terhadap pernyataan yang berubah-ubah dari AS dan Iran, bukan semata kondisi pasokan di lapangan," ujarnya dikutip dari BBC, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Pakar Militer Sebut Penyitaan Kapal oleh AS Jadi Indikasi Dimulainya Invasi Militer Jilid II ke Iran

Harga minyak acuan Brent tercatat naik lebih dari 4% menjadi sekitar USD94,20 per barel, berbalik dari tren penurunan sehari sebelumnya. Sebelumnya, harga sempat melemah setelah Iran menyatakan Selat Hormuz dibuka penuh untuk pelayaran komersial selama masa gencatan senjata.

Namun, situasi berubah cepat setelah Iran kembali menutup selat tersebut dan memperingatkan kapal yang mendekat berpotensi menjadi sasaran. Jalur ini diketahui mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada pasar global.



Ketegangan meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, kemudian dibalas Teheran dengan ancaman terhadap jalur pelayaran di kawasan tersebut. Washington juga menegaskan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan yang lebih luas.

Co-chief investment officer 7 Investment Management Shanti Kelemen menilai pasar mulai mengalami kelelahan akibat situasi yang tidak menentu. Menurut dia, pelaku pasar kini lebih menunggu tindakan nyata dibandingkan pernyataan politik.

Baca Juga: Pasar Minyak Global Kembali Terguncang, Taruhan Rp13 Triliun Terjadi Beberapa Menit Sebelum Pembukaan Selat Hormuz

Gejolak harga minyak turut berdampak pada pasar keuangan global. Indeks saham di AS bergerak terbatas, sementara bursa Eropa cenderung melemah. Sebaliknya, pasar Asia sempat mencatat penguatan di tengah volatilitas yang tinggi.

Sejak konflik memanas, harga minyak Brent sempat melonjak dari kisaran USD70 per barel hingga mendekati USD120 pada awal Maret. Kondisi ini memicu tekanan energi global, terutama di Asia yang sangat bergantung pada pasokan melalui Selat Hormuz.

Sejumlah negara mulai mengambil langkah penghematan energi, termasuk pembatasan penggunaan listrik dan penyesuaian operasional sektor transportasi. Badan Energi Internasional juga memperingatkan potensi gangguan pasokan bahan bakar, termasuk risiko pembatalan penerbangan jika krisis terus berlanjut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved