Ditengah Krisis Timur Tengah, ICDX Catat Lonjakan Transaksi Kontrak Berjangka Minyak Mentah
Rabu, 22 April 2026 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Terkait harga minyak mentah dunia di tengah krisis Timur Tengah, Commodity Analyst, Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, “Melihat dari situasi pasar saat ini, harga minyak mentah dalam jangka pendek masih cukup kuat untuk bergerak pada tren bullish, karena efek dari risiko geopolitik timur tengah yang saat ini menjadi katalis penggerak utama belum menunjukkan tanda-tanda mereda,".
Risiko geopolitik dari perang Iran ini berdampak langsung pada gangguan pasokan di pasar global akibat aksi saling blokade di jalur pengiriman vital, terutama Selat Hormuz yang berkontribusi terhadap sekitar 20% pasokan energi global.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Tetap Naik
Selain itu, indikator lain yang dipantau termasuk kelanjutan negosiasi gencatan senjata AS – Iran untuk mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri perang Iran, perkembangan konflik Israel - Lebanon, kebijakan terkait output OPEC+, dan pertumbuhan permintaan di negara importir utama seperti China dan India.
Adapun untuk level resistance terdekat dalam jangka pendek kemungkinan akan berada di kisaran harga USD95-100 per barel, dan apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menemui level support di kisaran harga USD80 - 75 per barel,” tutup Girta Yoga.
Risiko geopolitik dari perang Iran ini berdampak langsung pada gangguan pasokan di pasar global akibat aksi saling blokade di jalur pengiriman vital, terutama Selat Hormuz yang berkontribusi terhadap sekitar 20% pasokan energi global.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Tetap Naik
Selain itu, indikator lain yang dipantau termasuk kelanjutan negosiasi gencatan senjata AS – Iran untuk mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri perang Iran, perkembangan konflik Israel - Lebanon, kebijakan terkait output OPEC+, dan pertumbuhan permintaan di negara importir utama seperti China dan India.
Adapun untuk level resistance terdekat dalam jangka pendek kemungkinan akan berada di kisaran harga USD95-100 per barel, dan apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menemui level support di kisaran harga USD80 - 75 per barel,” tutup Girta Yoga.
(akr)
Lihat Juga :