Market Bergerak Cepat, Aplikasi Saham Hadir dengan Pendekatan AI Real Time dan Live Trading

Rabu, 22 April 2026 - 20:26 WIB
loading...
Market Bergerak Cepat,...
Saat dunia sudah berpindah ke AI real-time trading, IPOT (Indo Premier Sekuritas) menghadirkan pendekatan baru. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saat dunia sudah berpindah ke AI real-time trading , sebagian broker retail di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama. Di pasar maju seperti Amerika Serikat, penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi.

Kondisi ini membuat banyak keputusan yang diambil tidak lagi relevan dengan situasi market yang sedang berlangsung. Dalam market yang bergerak cepat dan volatil, keterlambatan informasi sekecil apapun dapat berdampak signifikan terhadap hasil trading, mulai dari entry yang terlambat hingga exit yang tidak optimal.

Melihat perubahan ini, IPOT (Indo Premier Sekuritas) menghadirkan pendekatan baru melalui aplikasi saham terbaik berbasis AI real-time dan live indicators. Baca Juga: IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain

“Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor retail,” tandas Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu.

Ia menambahkan melalui berbagai fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), investor dapat memantau aktivitas market dalam hitungan detik. Data yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk angka kini dapat diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami.

Ditambah dengan Live Order Book dan Order Queue, transparansi pergerakan market menjadi lebih jelas, memungkinkan investor untuk membaca dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa harus bergantung pada asumsi atau spekulasi.



Pendekatan ini mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini, rumor, atau data yang tertunda, kini keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi market yang sedang terjadi.

Dalam praktiknya, penggunaan data real-time dan analisis berbasis AI membantu investor mengidentifikasi momentum lebih cepat, menghindari entry yang terlambat, serta merancang strategi yang lebih terukur dalam trading saham.

Keunggulan AI Real-Time IPOT

Dari sisi infrastruktur, jelas Sergio, IPOT dibangun dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan aplikasi trading konvensional. Sistemnya dirancang menggunakan arsitektur real-time dengan latency rendah dan kemampuan pemrosesan data yang tinggi.

Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun serta investasi teknologi dalam skala besar, platform ini memiliki fondasi yang memungkinkan pengembangan sistem AI trading saham yang stabil dan scalable. Kombinasi antara infrastruktur, kecerdasan data, dan dukungan kapital menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem yang mampu mengikuti kompleksitas market modern.

Selain performa, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Di tengah meningkatnya risiko kejahatan siber, IPOT menghadirkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis.

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, mencegah akses ilegal, serta memberikan perlindungan terhadap potensi ancaman seperti malware dan remote access. Dengan demikian, investor tidak hanya memiliki peluang untuk meningkatkan performa trading, tetapi juga mendapatkan perlindungan terhadap dana yang mereka kelola.

IPOT juga melengkapi ekosistemnya dengan IPOT Views, sebuah riset berbasis data yang membantu investor memahami kondisi market secara lebih objektif. Dengan adanya riset yang terstruktur, ketergantungan terhadap rumor dan narasi spekulatif dapat dikurangi, sehingga investor dapat membangun strategi yang lebih rasional dan berbasis data dalam trading saham Indonesia.

Di tengah kondisi market yang semakin kompetitif, penggunaan teknologi seperti AI real-time trading menjadi faktor pembeda yang signifikan. Investor yang memiliki akses terhadap data real-time dan sistem analisis canggih berada dalam posisi yang lebih unggul dibandingkan mereka yang masih mengandalkan sistem dengan keterbatasan informasi.

Hal ini menunjukkan bahwa performa dalam trading saham tidak hanya ditentukan oleh keberanian, tetapi juga oleh kualitas data dan sistem yang digunakan. Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap teknologi ini, IPOT membuka penggunaan aplikasi saham terbaik ini secara gratis, termasuk bagi investor yang sebelumnya menggunakan sekuritas lain. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga mendorong transformasi cara trading di Indonesia, dari pendekatan manual menuju sistem berbasis AI real-time dan live trading.

Perubahan ini menandai babak baru dalam industri trading saham Indonesia. Di era dimana market bergerak dalam hitungan detik, kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama. Tanpa data real-time, investor akan selalu tertinggal. Tanpa dukungan AI trading, investor akan kesulitan membaca kompleksitas market. Dan tanpa sistem yang tepat, konsistensi dalam menghasilkan profit akan sulit dicapai.

“Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Perusahaan Hadapi Tantangan...
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Investasi AI Diproyeksikan...
Investasi AI Diproyeksikan Sumbang Rp6.481 Triliun ke PDB RI pada 2030
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved