Indonesia Bisa Hemat 10 Juta Liter BBM, asal ASN Disiplin WFH Sehari Seminggu

Rabu, 22 April 2026 - 21:28 WIB
loading...
Indonesia Bisa Hemat...
Menghitung efek WFH ASN tiap Jumat terhadap penghematan konsumsi BBM. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara ( ASN ) dinilai berpotensi memberikan kontribusi terhadap penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) . Meski begitu dampaknya tidak signifikan terhadap total kebutuhan nasional.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Abra Talattov memproyeksikan, Indonesia dapat menghemat hingga 10 juta liter BBM per hari apabila seluruh ASN disiplin menjalankan WFH satu hari dalam seminggu.

"Jika diasumsikan ada sekitar 2 juta ASN dan masing-masing dapat menghemat sekitar 5 liter BBM per hari saat WFH, kurang lebih potensi penghematan bisa mencapai 10 juta liter per hari," ujar Abra dalam Podcast The Fundamentals IDXChannel, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: WFH Swasta Hanya Imbauan, Menaker Tak Ingin Berefek ke Pertumbuhan Ekonomi

Namun demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan total kebutuhan BBM nasional yang mencapai 300 juta liter lebih per tahun. Karena itu, kebijakan WFH lebih tepat dilihat sebagai langkah simbolik sekaligus edukatif dalam mendorong efisiensi energi.



"Secara agregat memang tidak terlalu besar dampaknya, tetapi ini penting sebagai sinyal kepada masyarakat bahwa penghematan energi bisa dimulai dari perubahan perilaku," jelasnya.

Abra juga menyoroti bahwa efektivitas kebijakan WFH sangat bergantung pada kedisiplinan ASN. Jika pada hari WFH justru dimanfaatkan untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi, maka potensi penghematan energi tidak akan tercapai.

Baca Juga: Evaluasi WFH ASN Pekan Pertama, MenPANRB: Cukup Menggembirakan

Selain itu pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pembatasan mobilitas secara ketat pun hanya mampu menurunkan konsumsi BBM nasional sekitar 12 persen. "Artinya, kebijakan yang sifatnya parsial seperti WFH satu hari tentu dampaknya lebih terbatas. Perlu langkah yang lebih komprehensif," katanya.

Ia menilai pemerintah perlu mengombinasikan kebijakan WFH dengan strategi lain, seperti mendorong penggunaan transportasi publik, memperluas infrastruktur kendaraan listrik, serta meningkatkan efisiensi energi di sektor industri.

Dalam jangka panjang, penguatan ketahanan energi nasional tidak cukup hanya mengandalkan pengendalian konsumsi, tetapi juga memerlukan diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"WFH bisa menjadi bagian dari solusi, tetapi bukan solusi utama. Ini harus menjadi bagian dari strategi besar penghematan energi nasional," lanjut Abra.

Lebih jauh ia menilai ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dinilai menjadi titik lemah yang semakin terasa, terutama saat terjadi gangguan pasokan dan lonjakan harga di pasar internasional.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Indonesia sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik di kawasan produsen minyak seperti Timur Tengah. Gangguan pasokan global tidak hanya mendorong kenaikan harga minyak mentah, tetapi juga memperketat persaingan antarnegara dalam memperoleh pasokan energi.

"Bukan hanya soal harga yang melonjak, tetapi juga soal ketersediaan. Semua negara berebut pasokan, sehingga risiko terhadap Indonesia menjadi berlapis," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni
WFH ASN Setiap Jumat...
WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan...
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Cair Awal Juni, Catat Tanggal Pastinya
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan...
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan Lanjut untuk 2 Bulan ke Depan
Berita Pemangkasan Gaji...
Berita Pemangkasan Gaji ke-13 ASN Dipastikan Hoaks, Pencairan Tetap Juni 2026
Harga Energi Global...
Harga Energi Global Melonjak Tajam, BBM LPG dan LNG Alami Tren Kenaikan
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Rekomendasi
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved