Jaga Kesehatan Keuangan, Kadin Minta Perbankan Beri Keringanan Bunga Utang ke Pengusaha

Jum'at, 24 April 2026 - 13:40 WIB
loading...
Jaga Kesehatan Keuangan,...
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. FOTO/Rohman Wibowo
A A A
JAKARTA - Ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi rantai pasok bisnis membuat kalangan pengusaha bergantung bantuan pemerintah sebagai salah satu bantalan fiskal. Keberpihakan pemerintah kepada industri dinanti demi menyiasati tekanan pada arus keuangan perusahaan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menekankan bantuan dari perbankan untuk menjaga fundamental perusahaan menjadi vital saat ini. Seturut itu, keringanan soal bunga utang dari perbankan juga diperlukan.

"Di satu sisi, kami mesti jaga kesehatan keuangan, di lain sisi juga para pelaku usaha membutuhkan sedikit keringanan. Ini bagaimana inconvenience bisa dilalui dengan memberikan suatu fleksibilitas dari sisi cashflow," kata Anin saat dijumpai di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Gaet Pengusaha China

Anin menyoroti kestabilan keuangan perusahaan yang berlabel mapan sejauh ini menciptakan efek rambatan ke pelaku usaha UMKM. Atas dasar itu, dampak keuangan yang dialami perusahaan sebagai industri hulu bakal berdampak ke sektor usaha di level terkecil.



Setidaknya, kata Anin, kalangan industri semua sektor terutama yang berkapitalisasi besar mesti memiliki kekuatan finansial sampai dua kuartal ke depan pada tahun ini. Ketahanan fiskal perusahaan ini salah satunya untuk memastikan efisiensi yang berujung PHK massal dapat diminimalisir. "Saya rasa itu (ketahanan keuangan) yang paling penting. Karena kalau bisa cashflow-nya dijaga selama 6 bulan ke depan," kata Anin.

Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Program MBG 99,99% Berhasil

Adapun merujuk survei Kadin Indonesia Institute yang memberikan gambaran dunia usaha di kuartal I-2026 menunjukkan konflik geopolitik memberikan tekanan yang cukup besar, terutama melalui kenaikan biaya dan pelemahan permintaan. Dampak terbesar terlihat pada lonjakan harga energi atau komoditas sebesar 20,9%, yang menunjukkan bahwa ketegangan global mendorongkenaikan harga input produksi dan biaya operasional, sehingga menekan margin usaha di berbagai sektor.

Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah (16,2%) dan penurunan permintaan pasar (16,2%) menjadi dampak signifikan lainnya. Pelemahan nilai tukar meningkatkan biaya impor bahan baku, sementara permintaan yangmenurun mencerminkan melemahnya daya beli dan aktivitas perdagangan,baik domestik maupun global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rekomendasi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved