AKPY-STIPER Dorong Hilirisasi Sawit Melalui Inovasi Produk UMKM
Jum'at, 24 April 2026 - 18:29 WIB
loading...
Sebanyak 250 peserta dari berbagai kalangan mengikuti Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 yang diselenggarakan AKPY-STIPER. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 250 peserta dari berbagai kalangan mengikuti Workshop UMKM Sawit Jogja 2026 yang diselenggarakan AKPY-STIPER selama dua hari. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus kolaborasi untuk mengembangkan usaha berbasis kelapa sawit yang bernilai tambah.
"Semangat peserta terlihat sejak awal hingga sesi praktik pembuatan produk berbahan turunan sawit. Mereka aktif dan menunjukkan minat besar," ujar Ketua Pelaksana Workshop & Conference UMKM Sawit Jogja 2026, Dr. Idum Satia Santi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Perang Berkecamuk, Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Sejak hari pertama, kegiatan berlangsung dinamis dengan rangkaian agenda yang mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh aspek praktis seperti pengembangan produk turunan, analisis peluang pasar, serta strategi menghadapi tantangan bisnis UMKM sawit.
Partisipasi peserta terlihat konsisten hingga akhir kegiatan. Sejumlah peserta aktif berbagi pengalaman langsung dalam mengelola usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga memperkaya perspektif dan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif.
Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi praktik pembuatan produk turunan kelapa sawit seperti body butter, lilin aromaterapi, dan sabun. Sesi ini menjadi salah satu yang paling diminati karena memberikan pengalaman langsung dalam mengolah bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
"Semangat peserta terlihat sejak awal hingga sesi praktik pembuatan produk berbahan turunan sawit. Mereka aktif dan menunjukkan minat besar," ujar Ketua Pelaksana Workshop & Conference UMKM Sawit Jogja 2026, Dr. Idum Satia Santi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Perang Berkecamuk, Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
Sejak hari pertama, kegiatan berlangsung dinamis dengan rangkaian agenda yang mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh aspek praktis seperti pengembangan produk turunan, analisis peluang pasar, serta strategi menghadapi tantangan bisnis UMKM sawit.
Partisipasi peserta terlihat konsisten hingga akhir kegiatan. Sejumlah peserta aktif berbagi pengalaman langsung dalam mengelola usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga memperkaya perspektif dan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif.
Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi praktik pembuatan produk turunan kelapa sawit seperti body butter, lilin aromaterapi, dan sabun. Sesi ini menjadi salah satu yang paling diminati karena memberikan pengalaman langsung dalam mengolah bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Lihat Juga :