MBG Fondasi Utama Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Sabtu, 25 April 2026 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, dr. Koko menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak harus dibuat rumit. Ia menyarankan agar tata kelola program tetap akuntabel, namun simpel dalam penyajiannya.
"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," jelasnya.
Data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) memperkuat poin ini. Survei RISED menunjukkan bahwa sekitar 80% orang tua melaporkan perbaikan pola makan anak setelah adanya program MBG.
Baca Juga: Kepala Bappisus Ungkap 1.700 SPPG Di-suspend karena Kurangi Porsi MBG
Selain itu dengan memperkenalkan sayur dan buah sejak dini, anak-anak menjadi lebih terbiasa makan sayur dan protein, yang dalam jangka panjang menurut dr. Koko, akan sangat efektif mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas sejak dini.
"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," jelasnya.
Data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) memperkuat poin ini. Survei RISED menunjukkan bahwa sekitar 80% orang tua melaporkan perbaikan pola makan anak setelah adanya program MBG.
Baca Juga: Kepala Bappisus Ungkap 1.700 SPPG Di-suspend karena Kurangi Porsi MBG
Selain itu dengan memperkenalkan sayur dan buah sejak dini, anak-anak menjadi lebih terbiasa makan sayur dan protein, yang dalam jangka panjang menurut dr. Koko, akan sangat efektif mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas sejak dini.
Lihat Juga :