Penumpukan Kapal di Selat Hormuz Picu Defisit Minyak Global 700 Juta Barel

Senin, 27 April 2026 - 21:59 WIB
loading...
Penumpukan Kapal di...
Penutupan Selat Hormuz akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong defisit pasokan minyak global. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Penutupan Selat Hormuz akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong defisit pasokan minyak global mendekati 700 juta barel hingga akhir April 2026. Kondisi ini memicu lonjakan harga energi sekaligus meningkatkan risiko krisis pasokan berkepanjangan di pasar global.

"Sejumlah besar minyak tidak mencapai pasar selama periode ini, dan banyak kapal tertahan di Selat Hormuz. Bahkan jika jalur dibuka kembali, pemulihan pasar akan memakan waktu beberapa bulan," ujar Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak dikutip dari MEE, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Ekonom AS Jeffrey Sachs: Perang Iran Adalah Proyek yang Telah Lama Direncanakan

Data perusahaan energi Kpler menunjukkan defisit pasokan minyak terus melebar seiring terganggunya distribusi energi global. Harga minyak mentah Brent telah menembus USD100 per barel, sementara harga bahan bakar avtur melonjak di atas USD200 per barel, memaksa maskapai memangkas rute penerbangan dan sejumlah negara menerapkan pembatasan konsumsi bahan bakar.



Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol menyebut gangguan ini sebagai ancaman terbesar terhadap keamanan energi global. Dunia diperkirakan kehilangan sekitar 13 juta barel minyak per hari, melampaui dampak krisis energi pada 1970-an hingga gangguan pasokan gas Rusia pada 2022.

Meski gencatan senjata telah diperpanjang, jalur pelayaran di Selat Hormuz masih terhambat akibat blokade ganda oleh pihak yang berkonflik. Data pelayaran menunjukkan hanya segelintir kapal tanker yang mampu melintas setiap hari, jauh di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai lebih dari 100 kapal per hari.

Baca Juga: Kelangkaan Solar dan Asam Sulfat Meluas, Ancam Industri Tambang Global

Dampak signifikan juga dirasakan negara produsen minyak, seperti Irak, yang mengalami penurunan produksi hingga 70% di wilayah selatan. Penurunan tersebut turut menekan ekspor dan pendapatan negara dalam waktu singkat.

Kpler memperingatkan total pasokan minyak yang hilang berpotensi mendekati satu miliar barel jika gangguan berlanjut. Dalam skenario terburuk, harga minyak dapat melonjak hingga USD190 per barel, bahkan berisiko menembus USD200 per barel apabila krisis berkepanjangan. Dalam jangka pendek, pasar energi dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan tinggi hingga distribusi kembali normal.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Rekomendasi
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved