IHSG Sesi Siang Ambruk Hampir Tinggalkan Level 7.000, Mayoritas Sektor Memerah

Selasa, 28 April 2026 - 13:27 WIB
loading...
IHSG Sesi Siang Ambruk...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi I menunjukkan tekanan yang masih mendominasi pasar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada penutupan sesi I menunjukkan tekanan yang masih mendominasi pasar, meski sempat terjadi pemulihan menjelang akhir sesi. IHSG sesi siang ditutup melemah 10,94 poin atau turun 0,15% ke level 7.095,58.

Sejak pembukaan di 7.128,47, indeks sempat bergerak fluktuatif dan menyentuh level tertinggi di 7.151,51. Namun tekanan jual mendorong IHSG turun hingga level terendah 7.032,98 sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor primer yang terkoreksi 1,19%, diikuti infrastruktur turun 0,72% dan keuangan melemah 0,59%.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Berbalik Menguat ke 7.128, Ada 332 Saham Menghijau

Sektor lain seperti transportasi, non-primer, kesehatan, hingga teknologi juga mengalami pelemahan tipis. Hanya sektor energi yang menguat 0,71% dan perindustrian 0,97% yang mampu mencatatkan penguatan dan menahan laju penurunan indeks.



Aktivitas perdagangan menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat, tercermin dari jumlah saham turun yang mencapai 362 saham, lebih banyak dibandingkan saham naik sebanyak 323 saham, sementara 274 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp8,58 triliun dengan volume 16,22 miliar saham dan frekuensi 1,25 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp12.684 triliun.

Baca Juga: IHSG Ambruk 6,61% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp12.736 Triliun

Dari daftar saham, tekanan paling besar terlihat pada jajaran top losers, dipimpin oleh JAWA yang anjlok 14,56%, disusul XILV 14,49%, XIML (-11,27%), BNGA 8,60%, dan PKPK 8,47%.

sementara d sisi lain, saham-saham top gainers mencatat lonjakan signifikan, seperti LAPD yang melesat 34,21%, diikuti LMPI menguat 31,33%, LUCK menguat 30,48%, LCKM menguat 28,89%, dan ESIP 27,12%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Berita Terkini
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Infografis
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved