Mentrans Ungkap Ada 13 Titik Potensi Ladang Minyak Baru di Kawasan Transmigrasi
Rabu, 29 April 2026 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
Akibatnya, lebih dari 60% komoditas unggulan masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah ekonomi justru dinikmati di luar kawasan transmigrasi. Iftitah mengakui hilirisasi belum optimal karena keterbatasan teknologi tepat guna dan hambatan akses permodalan yang selama ini membelenggu para transmigran.
Ke depan, pengelolaan kawasan transmigrasi berbasis data dan riset diproyeksikan mampu menarik investasi sebesar Rp180 triliun hingga Rp240 triliun dalam kurun waktu empat tahun mendatang. Integrasi antara kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan produktivitas warga transmigran diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi kawasan hingga ratusan triliun rupiah per tahun.
"Sekarang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kami ingin memberikan satu nilai tambah bahwa apa yang dikerjakan oleh para transmigran tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia," pungkas Iftitah.
Akibatnya, lebih dari 60% komoditas unggulan masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah ekonomi justru dinikmati di luar kawasan transmigrasi. Iftitah mengakui hilirisasi belum optimal karena keterbatasan teknologi tepat guna dan hambatan akses permodalan yang selama ini membelenggu para transmigran.
Ke depan, pengelolaan kawasan transmigrasi berbasis data dan riset diproyeksikan mampu menarik investasi sebesar Rp180 triliun hingga Rp240 triliun dalam kurun waktu empat tahun mendatang. Integrasi antara kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan produktivitas warga transmigran diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi kawasan hingga ratusan triliun rupiah per tahun.
"Sekarang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kami ingin memberikan satu nilai tambah bahwa apa yang dikerjakan oleh para transmigran tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia," pungkas Iftitah.
(nng)
Lihat Juga :