13 Proyek Hilirisasi Digeber! DPR Soroti Peran Kunci Danantara untuk Ekonomi dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:03 WIB
loading...
13 Proyek Hilirisasi...
Presiden Prabowo meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Instagram/@bahlillahadalia
A A A
JAKARTA - Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi nasional dengan menggeber 13 proyek strategis fase II. Langkah ini langsung mendapat sorotan DPR yang menilai peran Danantara Indonesia krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja dalam skala besar.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan proyek ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengubah sumber daya alam menjadi nilai tambah nyata bagi ekonomi nasional.

"Hilirisasi ini memberikan nilai tambah terhadap produk-produk alam Indonesia, baik itu mineral, pertanian maupun produk yang lain," ujar Misbakhun dalam seremoni groundbreaking proyek hilirisasi nasional fase II di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga : Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, melihat proyek ini sebagai langkah besar dan pertama di Indonesia. Ia berharap pelaksanaan dilakukan dengan strategi yang matang agar berjalan lancar dan memenuhi harapan pemerintah serta masyarakat luas terhadap keberhasilan hilirisasi nasional.

"Karena masyarakat Indonesia semuanya, kita semua berharap besar terhadap keberhasilan proyek hilirisasi. Terutama untuk pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan serapan tenaga kerja," ujar Anggia.

Mandiri Ekonomi dari Potensi Dalam Negeri

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono, setuju dengan pembangunan 13 proyek hilirisasi fase II oleh Danantara Indonesia. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan nilai tambah sumber daya alam.

“Selama ini kita melihat sumber daya alam kita keluar dalam bentuk mentah. Ketika kita menjual bahan mentah, itu sama saja kita menjual pertumbuhan ekonomi kita ke negara lain,” kata Arief.

Baca Juga : Prabowo Targetkan 40 Titik Hilirisasi Beroperasi Sepanjang 2026

Arief juga menekankan pentingnya dukungan investasi besar, penguasaan teknologi, serta penguatan SDM berbasis STEM untuk memastikan keberlanjutan program hilirisasi. Ia menilai keberadaan lembaga seperti Danantara Indonesia krusial dalam mengakumulasi pembiayaan proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan smelter.

“Ini adalah cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia berdaulat secara ekonomi. Hilirisasi harus menjadi tabungan masa depan bagi generasi mendatang, dan itu membutuhkan dukungan investasi serta kelembagaan yang kuat,” ucap Arief.

Sebelumnya Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani melaporkan pembangunan 13 proyek hilirisasi fase II telah berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah.

Menurut Rosan, proyek-proyek tersebut difokuskan pada sektor strategis seperti mineral, energi, dan perkebunan. Tujuannya supaya memperkuat struktur industri dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Rosan menjelaskan dukungan pembiayaan yang terintegrasi melalui Danantara Indonesia telah mempercepat realisasi proyek serta menarik investasi lanjutan. Rosan juga memastikan kesiapan pendanaan dan eksekusi proyek berjalan optimal sehingga hilirisasi ini dapat berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Obligasi Global Danantara...
Obligasi Global Danantara Laris Manis, Momentum Emas untuk Buy Indonesia
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved