Indonesia dan China Lanjutkan Dedolarisasi, QRIS Kedua Negara Sudah Saling Terhubung
Kamis, 30 April 2026 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Perry menekankan kepraktisan sistem ini yang diharapkan dapat mendorong volume LCT Indonesia-China yang saat ini telah menyentuh angka USD18 miliar.
"Do not use your cash just use your cellphone and then you can buy anything (Tidak lagi pakai uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda dan kemudian bisa membeli apa saja)," tegas Perry.
Layanan ini mencakup transaksi inbound (wisatawan China di Indonesia menggunakan Alipay atau UnionPay pada merchant QRIS) serta transaksi outbound (warga Indonesia memindai kode QR di China melalui aplikasi perbankan nasional).
Duta Besar RRC untuk Indonesia, Wang Lutong yang turut hadir dalam acara tersebut, memuji langkah progresif Bank Indonesia dalam menghadapi arus digitalisasi keuangan global. Ia menilai inovasi ini merupakan bentuk adaptasi yang tepat terhadap perubahan zaman.
Baca Juga: RI Gencar Dedolarisasi Sejak 2025, Transaksi Mata Uang Lokal Naik 2 Kali Lipat ke Rp434,8 Triliun
“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat, dan sektor perbankan juga tengah bertransisi. Kita perlu beradaptasi dengan inovasi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi,” ungkap Wang Lutong.
"Do not use your cash just use your cellphone and then you can buy anything (Tidak lagi pakai uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda dan kemudian bisa membeli apa saja)," tegas Perry.
Layanan ini mencakup transaksi inbound (wisatawan China di Indonesia menggunakan Alipay atau UnionPay pada merchant QRIS) serta transaksi outbound (warga Indonesia memindai kode QR di China melalui aplikasi perbankan nasional).
Duta Besar RRC untuk Indonesia, Wang Lutong yang turut hadir dalam acara tersebut, memuji langkah progresif Bank Indonesia dalam menghadapi arus digitalisasi keuangan global. Ia menilai inovasi ini merupakan bentuk adaptasi yang tepat terhadap perubahan zaman.
Baca Juga: RI Gencar Dedolarisasi Sejak 2025, Transaksi Mata Uang Lokal Naik 2 Kali Lipat ke Rp434,8 Triliun
“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat, dan sektor perbankan juga tengah bertransisi. Kita perlu beradaptasi dengan inovasi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi,” ungkap Wang Lutong.
Lihat Juga :