TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Kamis, 30 April 2026 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: TBS Energi Utama Tuntaskan Transisi ke Sektor Rendah Karbon, Perkokoh Ekspansi Global
Di sektor energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga mini hidro berkapasitas 6 MW telah beroperasi penuh dan menghasilkan pendapatan sebesar USD3,2 juta. Sementara proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 46 MWp saat ini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.
Pada segmen kendaraan listrik, kinerja Electrum menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan pendapatan hampir 2,5 kali lipat menjadi USD3,2 juta. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi jumlah armada motor listrik yang meningkat dari 5.100 unit menjadi 9.082 unit serta penambahan infrastruktur 426 stasiun penukaran baterai.
Sementara itu, pada lini bisnis batu bara, perseroan tetap menjaga efisiensi dengan menekan biaya operasional tunai sebesar 5,8% menjadi USD42,5 per ton. Langkah ini dinilai mampu menjaga stabilitas margin laba kotor di tengah fluktuasi harga komoditas.
Juli menambahkan, dengan posisi kas sebesar USD103,3 juta dan pengelolaan modal kerja yang disiplin, perseroan memiliki ruang yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Ia menegaskan bahwa transformasi menuju perusahaan berkelanjutan akan terus dilanjutkan guna mencapai target netralitas karbon pada 2030.
Di sektor energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga mini hidro berkapasitas 6 MW telah beroperasi penuh dan menghasilkan pendapatan sebesar USD3,2 juta. Sementara proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 46 MWp saat ini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.
Pada segmen kendaraan listrik, kinerja Electrum menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan pendapatan hampir 2,5 kali lipat menjadi USD3,2 juta. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi jumlah armada motor listrik yang meningkat dari 5.100 unit menjadi 9.082 unit serta penambahan infrastruktur 426 stasiun penukaran baterai.
Sementara itu, pada lini bisnis batu bara, perseroan tetap menjaga efisiensi dengan menekan biaya operasional tunai sebesar 5,8% menjadi USD42,5 per ton. Langkah ini dinilai mampu menjaga stabilitas margin laba kotor di tengah fluktuasi harga komoditas.
Juli menambahkan, dengan posisi kas sebesar USD103,3 juta dan pengelolaan modal kerja yang disiplin, perseroan memiliki ruang yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Ia menegaskan bahwa transformasi menuju perusahaan berkelanjutan akan terus dilanjutkan guna mencapai target netralitas karbon pada 2030.
(nng)
Lihat Juga :