Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Pasokan LNG Anjlok hingga 20%

Kamis, 30 April 2026 - 22:00 WIB
loading...
Pasar Energi Global...
Seorang pria melintas di dekat pembangkit listrik Ilijan di desa pesisir Ilijan, Provinsi Batangas, sebelah selatan Manila, Filipina, pada Selasa, 8 Agustus 2023. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) melaporkan pasokan gas alam cair (LNG) global anjlok sekitar 20% akibat dampak konflik Iran yang merembet ke pasar energi dunia. Gangguan distribusi melalui Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menekan produksi dan mengubah arah pasar dari pertumbuhan menjadi kontraksi tajam.

"Setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kehilangan pasokan sekitar 10 miliar meter kubik dan memaksa revisi ke bawah prospek permintaan di wilayah impor utama," demikian pernyataan IEA dikutip dari The National, Kamis (30/4).

Baca Juga: OPEC+ Bergejolak, Akankah Rusia Ikuti Jejak Uni Emirat Arab?

Penurunan tajam pasokan LNG tersebut sangat kontras dengan puncak pertumbuhan hampir 17% yang tercatat pada Januari lalu. IEA menyebut permintaan menurun di pasar impor LNG utama, yang diperburuk oleh faktor cuaca, harga lebih tinggi, serta kebijakan penghematan permintaan di berbagai negara.

Beberapa negara Asia, yang sebagian besar sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah sedang melakukan langkah penghematan permintaan dan penggantian bahan bakar untuk mengurangi penggunaan gas alam. IEA mencatat lembaga tersebut memiliki 32 negara anggota dan 13 negara asosiasi yang terdampak dinamika ini.

IEA menyatakan bahwa setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kehilangan pasokan sekitar 10 miliar meter kubik (bcm). Hal itu, menurut para analis lembaga tersebut, mengakibatkan revisi ke bawah terhadap prospek permintaan di wilayah-wilayah impor utama.

Selat Hormuz, yang merupakan titik sempit kunci dan biasanya dilalui seperlima ekspor energi dunia, kini menjadi pusat konflik AS-Iran yang telah memasuki pekan kesembilan. Konflik tersebut telah mengganggu aliran LNG secara signifikan.



Pemuatan LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), dua pemain kunci di pasar global, tercatat turun 9,5 bcm secara tahunan. Serangan Iran terhadap QatarEnergy memaksa perusahaan tersebut menyatakan force majeure hanya seminggu setelah permusuhan dimulai.

Kerugian pasokan LNG dari kedua negara Teluk itu diperkirakan mencapai sekitar 20 bcm selama periode Maret hingga April. Padahal, QatarEnergy memproduksi sekitar 18,5 miliar kaki kubik gas per hari dari ladang North Dome, yang memungkinkan negara tersebut memasok seperlima kebutuhan LNG dunia.

"Selain gangguan aliran LNG melalui Selat Hormuz, kerusakan pada infrastruktur likuefaksi LNG Qatar telah menurunkan prospek pertumbuhan pasokan LNG global dalam jangka menengah," tambah laporan IEA. "Konflik Timur Tengah telah mengganggu industri gas alam Qatar secara mendalam dan diperkirakan menunda efek gelombang LNG yang sedang berlangsung setidaknya dua tahun."

Dampak Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, konflik tersebut telah menyebabkan kehilangan kumulatif sekitar 120 bcm pasokan LNG untuk periode 2026-2030. Angka itu mempertimbangkan efek gabungan dari gangguan jangka pendek maupun implikasi jangka menengah terhadap pasokan.

"Kerugian akibat konflik Timur Tengah menyumbang sekitar 15 persen dari pasokan LNG global yang diharapkan selama periode 2026-2030. Dampak terhadap pertumbuhan terutama terkonsentrasi pada 2026-2027 dan, oleh karena itu, menunda efek pelonggaran pasar dari gelombang LNG setidaknya dua tahun," demikian kutipan laporan IEA.

Baca Juga: Iran Beri Sinyal Kemampuan Angkatan Laut Baru: Kapal-kapal Perang AS akan Terbakar

Di antara negara-negara regional lain, Irak paling terpukul oleh krisis LNG karena impor gas pipa dari Iran ke Irak dihentikan sementara setelah serangan ke ladang South Pars Iran. IEA menyebut situasi itu menciptakan efek berantai pada kondisi pasokan gas dan listrik Irak yang sudah rapuh sejak 2017.

Krisis ini juga menyoroti kebutuhan investasi yang memadai secara berkelanjutan di seluruh rantai nilai gas dan LNG serta sumber energi lain. IEA menekankan perlunya kerja sama internasional yang lebih erat antara produsen dan konsumen untuk memperkuat keamanan pasokan, mengingat volatilitas harga yang meningkat juga menyoroti keuntungan dari portofolio kontrak jangka panjang yang beragam.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Rekomendasi
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
5 Kota Mati di Dunia,...
5 Kota Mati di Dunia, Akibat Perang hingga Bencana Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved