Strategi Baru UMKM Tangguh: Memulai Kemandirian dari Toko Bahan Baku Halal

Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:04 WIB
loading...
Strategi Baru UMKM Tangguh:...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - LPPOM kembali menegaskan peran sentralnya sebagai motor penggerak ekosistem halal nasional melalui gelaran Festival Syawal 1447 H. Sejak diinisiasi pada 2021, program ini fokus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk "naik kelas" melalui sertifikasi halal, edukasi, dan penguatan rantai pasok.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menekankan bahwa Festival Syawal bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan pasca-Ramadan. Menurutnya, pemberdayaan UMK harus dilakukan secara komprehensif agar memiliki daya saing yang kuat. "Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, tetapi membekali mereka agar bisa naik kelas," ujar Muti dalam Sambutannya di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, Kamis (30/4).

Hingga tahun 2025, Festival Syawal tercatat telah mengedukasi hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 1.500 UMK. Berkat konsistensinya, program ini meraih berbagai penghargaan nasional, termasuk Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dan Best NGO Initiative 2024.

Tahun ini, Festival Syawal mengangkat tema “Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh”. Pemilihan tema tersebut didasarkan pada tantangan nyata di lapangan, di mana banyak pelaku UMK masih kesulitan memperoleh bahan baku yang terjamin kehalalannya.

Muti menjelaskan bahwa penguatan sektor hilir tidak akan maksimal tanpa dukungan di sektor hulu. Ia menilai toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat dalam ekosistem halal di Indonesia.

Sebagai langkah konkret, LPPOM mulai menginisiasi pengembangan toko bahan baku halal di berbagai daerah. Salah satunya melalui pilot project toko daging halal Metaly di Bogor, serta rencana ekspansi ke beberapa wilayah lainnya. LPPOM juga membuka fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha toko bahan baku.

Meski demikian, LPPOM mencatat kuota fasilitasi tersebut belum sepenuhnya terpenuhi. Hal ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal di tingkat penyedia bahan baku.

Upaya penguatan ini turut didukung dengan edukasi halal yang menjangkau lebih dari 1.500 peserta sepanjang rangkaian festival tahun ini. LPPOM juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor perbankan syariah, untuk menghadirkan dukungan komprehensif mulai dari pembiayaan hingga akses pasar.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, turut memberikan apresiasi atas langkah strategis LPPOM. Ia menilai kegiatan ini sangat krusial dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi syariah global. "Festival ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global," kata Budi.

Berdasarkan laporan global tahun 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam dengan nilai ekspor halal mencapai 64,42 miliar dolar AS. Pemerintah pun terus mendorong penguatan pasar domestik melalui fasilitasi branding, standardisasi mutu, hingga business matching internasional.

Di sisi lain, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, mengingatkan bahwa halal merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa dan menjaga kualitas hidup masyarakat. Ia menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi terkait jumlah produk bersertifikat.

"Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup," tegas Ahmad Haikal. Ia menambahkan bahwa dari sekitar 64 juta produk yang beredar, baru 24 juta yang telah bersertifikat halal, sehingga ruang akselerasi masih sangat terbuka luas.

Senada dengan hal tersebut, M. Cholil Nafis dari perspektif ulama menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap produk pangan modern. Ia menyebutkan bahwa batas antara yang halal dan syubhat kini semakin meluas. Oleh karena itu, penetapan halal harus melalui audit ketat oleh tenaga profesional dan tetap menjadi kewenangan ulama dalam sinergi bersama pemerintah.

Dukungan juga datang dari Kementerian Koperasi. Perwakilan Kemenkop, Deva Rahman, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam rantai pasok halal, terutama dengan keberadaan puluhan ribu koperasi desa yang potensial diintegrasikan ke dalam ekosistem ini.

Sebagai lembaga pemeriksa halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1988, LPPOM melalui Festival Syawal berkomitmen terus menyambungkan mata rantai halal dari hulu ke hilir. Sertifikasi halal dipandang bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan dan keberlanjutan usaha di pasar global.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Rekomendasi
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
Microdrama China The...
Microdrama China The Little Lucky Star Tayang di V+Short, Ini Sinopsisnya
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved