SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Jum'at, 01 Mei 2026 - 20:43 WIB
loading...
SKK Migas bersama Sucofindo dan PT Duraquipt Cemerlang menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat kemandirian sektor hulu migas. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Sucofindo (Persero) dan PT Duraquipt Cemerlang menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat kemandirian sektor hulu migas melalui optimalisasi produk manufaktur dalam negeri. Sinergi ini bertujuan memastikan kebutuhan barang dan jasa bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat dipenuhi oleh industri domestik yang memiliki daya saing global.
"Bukan hanya kewajiban, tetapi bersama-sama SKK Migas dan Sucofindo harus menyuarakan kepada publik bahwa manufaktur dalam negeri bisa bersaing dengan industri luar negeri, khususnya pompa industri," ujar Sekretaris SKK Migas, Luky Agung Yusgiantoro, saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik Duraquipt Cemerlang di Depok, Jawa Barat, dikutip Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Luky menjelaskan, Pedoman Tata Kerja (PTK) yang diterbitkan SKK Migas telah menjadi acuan bagi seluruh KKKS untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal. Ia menilai, kehadiran produsen pompa industri seperti Duraquipt menjadi bukti nyata bahwa sumber daya manusia (SDM) profesional di Indonesia mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar internasional.
Duraquipt Cemerlang sendiri merupakan produsen pompa industri yang telah menyuplai berbagai kebutuhan KKKS dengan standar global seperti API 610, API 674, dan NFPA 20. Selain memasok unit baru, perusahaan ini juga menyediakan layanan pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair) yang selama ini banyak didominasi oleh perusahaan asing.
CEO Duraquipt Cemerlang, Steven Sutanto, menyatakan apresiasinya atas dukungan regulator terhadap produk lokal. Menurutnya, perusahaan yang telah beroperasi selama 25 tahun tersebut berkomitmen menjaga kualitas agar tetap kompetitif, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga di pasar global.
"Kami menjadi pelopor dalam konten lokal atau TKDN untuk pompa API, ANSI/ASME, dan pompa pemadam kebakaran. Sertifikasi konten lokal kami saat ini sudah mencapai angka 40% hingga 50%," ujar Steven.
Ia optimistis pasar pompa industri akan terus tumbuh seiring dengan munculnya proyek-proyek baru di sektor hulu migas. Senada dengan hal tersebut, Vice President Strategic Business Unit Trade, Industry, & Marine PT Sucofindo (Persero), Aditya Rahman Aziz, mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian nilai TKDN yang tinggi pada produk Dura Pump. Sebagai perusahaan jasa testing, inspection, and certification (TIC), Sucofindo terus mendampingi manufaktur lokal dalam memenuhi aspek legalitas dan kualitas.
Baca Juga: Kejar Target Lifting Minyak di 2026, Ini Strategi SKK Migas
Aditya menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat strategis untuk memperkuat kesiapan industri nasional. Dukungan Sucofindo mencakup layanan komprehensif dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari tahap eksplorasi dan seismik hingga proses produksi serta distribusi migas.
Selain melayani sektor migas, produk pompa dalam negeri ini juga telah merambah berbagai industri strategis lainnya. Sektor-sektor tersebut meliputi industri kertas, kimia, petrokimia, pupuk, pembangkit listrik, hingga pertambangan di seluruh Indonesia.
Peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi. Selain menekan ketergantungan pada produk impor, penguatan manufaktur domestik juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja ahli di tanah air.
"Bukan hanya kewajiban, tetapi bersama-sama SKK Migas dan Sucofindo harus menyuarakan kepada publik bahwa manufaktur dalam negeri bisa bersaing dengan industri luar negeri, khususnya pompa industri," ujar Sekretaris SKK Migas, Luky Agung Yusgiantoro, saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik Duraquipt Cemerlang di Depok, Jawa Barat, dikutip Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Luky menjelaskan, Pedoman Tata Kerja (PTK) yang diterbitkan SKK Migas telah menjadi acuan bagi seluruh KKKS untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal. Ia menilai, kehadiran produsen pompa industri seperti Duraquipt menjadi bukti nyata bahwa sumber daya manusia (SDM) profesional di Indonesia mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar internasional.
Duraquipt Cemerlang sendiri merupakan produsen pompa industri yang telah menyuplai berbagai kebutuhan KKKS dengan standar global seperti API 610, API 674, dan NFPA 20. Selain memasok unit baru, perusahaan ini juga menyediakan layanan pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair) yang selama ini banyak didominasi oleh perusahaan asing.
CEO Duraquipt Cemerlang, Steven Sutanto, menyatakan apresiasinya atas dukungan regulator terhadap produk lokal. Menurutnya, perusahaan yang telah beroperasi selama 25 tahun tersebut berkomitmen menjaga kualitas agar tetap kompetitif, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga di pasar global.
"Kami menjadi pelopor dalam konten lokal atau TKDN untuk pompa API, ANSI/ASME, dan pompa pemadam kebakaran. Sertifikasi konten lokal kami saat ini sudah mencapai angka 40% hingga 50%," ujar Steven.
Ia optimistis pasar pompa industri akan terus tumbuh seiring dengan munculnya proyek-proyek baru di sektor hulu migas. Senada dengan hal tersebut, Vice President Strategic Business Unit Trade, Industry, & Marine PT Sucofindo (Persero), Aditya Rahman Aziz, mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian nilai TKDN yang tinggi pada produk Dura Pump. Sebagai perusahaan jasa testing, inspection, and certification (TIC), Sucofindo terus mendampingi manufaktur lokal dalam memenuhi aspek legalitas dan kualitas.
Baca Juga: Kejar Target Lifting Minyak di 2026, Ini Strategi SKK Migas
Aditya menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat strategis untuk memperkuat kesiapan industri nasional. Dukungan Sucofindo mencakup layanan komprehensif dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari tahap eksplorasi dan seismik hingga proses produksi serta distribusi migas.
Selain melayani sektor migas, produk pompa dalam negeri ini juga telah merambah berbagai industri strategis lainnya. Sektor-sektor tersebut meliputi industri kertas, kimia, petrokimia, pupuk, pembangkit listrik, hingga pertambangan di seluruh Indonesia.
Peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi. Selain menekan ketergantungan pada produk impor, penguatan manufaktur domestik juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja ahli di tanah air.
(nng)
Lihat Juga :