Upaya Perkuat Kolaborasi Industri lewat Tren F&B dan Lifestyle
Sabtu, 02 Mei 2026 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Luhur Tri Atmojo (Mojo), Project Manager CBE 2026, CBE dirancang lebih dari sekadar pameran dagang.
Menurutnya, CBE 2026 adalah ‘Networking Bowl’ tempat berbagai sektor bertemu dan menciptakan peluang baru.
“Lewat pameran ini kopi bisa berkolaborasi dengan teknologi, artisan tea bertemu interior design, dan inovasi F&B bertumbuh lewat ekosistem yang saling terhubung," ujarnya.
Platform kolaborasi yang didukung Kemenekraf dan Kemenperin ini hadir sebagai ruang integrasi sekaligus barometer perkembangan industri F&B dan hospitality ke depan.
CBE 2026 juga mendapat dukungan strategis dari Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan sektor makanan dan minuman nasional.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai asosiasi pilar industri. Ronald Gunawan, Ketua Umum AISTEA, menyatakan, “CBE menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan nilai craftsmanship teh artisan Indonesia yang menonjolkan pengalaman rasa, cerita, dan kualitas kelas dunia.
Kehadiran kami diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang mampu meningkatkan positioning café dan brasserie, sekaligus membuka potensi nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui teh Indonesia sebagai premium expression.”ungkapnya.
Dari sektor wine & spirits, Togu Sahat Nainggolan, Presiden ISA, menambahkan, “CBE menjadi jembatan edukasi sommelier dan standar konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta berkelas bagi para pelaku bisnis.”
Menurutnya, CBE 2026 adalah ‘Networking Bowl’ tempat berbagai sektor bertemu dan menciptakan peluang baru.
“Lewat pameran ini kopi bisa berkolaborasi dengan teknologi, artisan tea bertemu interior design, dan inovasi F&B bertumbuh lewat ekosistem yang saling terhubung," ujarnya.
Platform kolaborasi yang didukung Kemenekraf dan Kemenperin ini hadir sebagai ruang integrasi sekaligus barometer perkembangan industri F&B dan hospitality ke depan.
CBE 2026 juga mendapat dukungan strategis dari Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan sektor makanan dan minuman nasional.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai asosiasi pilar industri. Ronald Gunawan, Ketua Umum AISTEA, menyatakan, “CBE menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan nilai craftsmanship teh artisan Indonesia yang menonjolkan pengalaman rasa, cerita, dan kualitas kelas dunia.
Kehadiran kami diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang mampu meningkatkan positioning café dan brasserie, sekaligus membuka potensi nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui teh Indonesia sebagai premium expression.”ungkapnya.
Dari sektor wine & spirits, Togu Sahat Nainggolan, Presiden ISA, menambahkan, “CBE menjadi jembatan edukasi sommelier dan standar konsumsi yang lebih bertanggung jawab serta berkelas bagi para pelaku bisnis.”
Lihat Juga :