BCAP Catat Kinerja Solid, Laba Bersih Tumbuh 28,64% di Kuartal I-2026
Senin, 04 Mei 2026 - 12:21 WIB
loading...
PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang kuartal I-2026. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Peningkatan ini ditopang oleh penguatan pendapatan di berbagai lini bisnis serta optimalisasi ekosistem keuangan digital.
"Laba bersih BCAP tumbuh 28,64% secara tahunan menjadi Rp516,5 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp401,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya," demikian disampaikan dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, BCAP membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,90 triliun atau tumbuh 41,64% secara tahunan. Pendapatan tersebut didominasi oleh bunga dan dividen yang mencapai Rp1,58 triliun atau berkontribusi 54,41% terhadap total pendapatan.
Baca Juga: Hidup Jadi Lebih Mudah, Andalkan Bebas Biaya Transaksi di MotionBank
Selain itu, pendapatan jasa asuransi turut memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp834,19 miliar atau tumbuh 19,7% yoy. Sementara itu, pendapatan dari segmen digital tercatat Rp124,78 miliar atau meningkat 40,0% yoy, diikuti pendapatan pasar modal sebesar Rp203,7 miliar dan pembiayaan syariah Rp116,2 miliar.
Dari sisi profitabilitas, peningkatan pendapatan turut mendorong kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp46,75 miliar pada kuartal I-2026. Pada posisi neraca, total aset konsolidasi BCAP tercatat sebesar Rp30,88 triliun atau meningkat 3,83% dibandingkan akhir 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp25,42 triliun, sementara ekuitas tercatat sebesar Rp5,46 triliun. Kinerja positif ini didukung oleh penguatan ekosistem keuangan digital terintegrasi yang mencakup tiga pilar utama, yakni perbankan, pasar modal, dan asuransi.
Baca Juga: Lanjutkan Pertumbuhan Bisnis, BCAP Catat Kenaikan Laba Bersih 130,1% di 2025
Di segmen perbankan, PT Bank MNC Internasional Tbk mencatatkan pendapatan bunga Rp376,63 miliar dengan total aset meningkat menjadi Rp21,38 triliun. Rasio permodalan tetap kuat dengan KPMM sebesar 22,74%.
Pada lini digital, PT MNC Teknologi Nusantara melalui aplikasi MotionPay terus memperluas fitur layanan, termasuk QRIS Customer Presented Mode (CPM) serta fitur pembayaran otomatis. Volume transaksi mencapai 15 juta transaksi selama kuartal I-2026.
Sementara itu, segmen pasar modal melalui PT MNC Sekuritas terus memperluas jaringan dengan membuka cabang baru serta meraih sejumlah penghargaan. PT MNC Asset Management juga mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan (AUM) sebesar 59,61% yoy.
Di sektor asuransi, PT MNC Life Assurance mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 21% yoy, sedangkan PT MNC Asuransi Indonesia terus memperkuat kerja sama strategis untuk meningkatkan produktivitas. Ke depan, BCAP menegaskan akan terus memperkuat sinergi antar unit bisnis dan mendorong inovasi digital guna meningkatkan efisiensi serta memperluas basis nasabah, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.
"Laba bersih BCAP tumbuh 28,64% secara tahunan menjadi Rp516,5 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp401,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya," demikian disampaikan dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, BCAP membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,90 triliun atau tumbuh 41,64% secara tahunan. Pendapatan tersebut didominasi oleh bunga dan dividen yang mencapai Rp1,58 triliun atau berkontribusi 54,41% terhadap total pendapatan.
Baca Juga: Hidup Jadi Lebih Mudah, Andalkan Bebas Biaya Transaksi di MotionBank
Selain itu, pendapatan jasa asuransi turut memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp834,19 miliar atau tumbuh 19,7% yoy. Sementara itu, pendapatan dari segmen digital tercatat Rp124,78 miliar atau meningkat 40,0% yoy, diikuti pendapatan pasar modal sebesar Rp203,7 miliar dan pembiayaan syariah Rp116,2 miliar.
Dari sisi profitabilitas, peningkatan pendapatan turut mendorong kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp46,75 miliar pada kuartal I-2026. Pada posisi neraca, total aset konsolidasi BCAP tercatat sebesar Rp30,88 triliun atau meningkat 3,83% dibandingkan akhir 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp25,42 triliun, sementara ekuitas tercatat sebesar Rp5,46 triliun. Kinerja positif ini didukung oleh penguatan ekosistem keuangan digital terintegrasi yang mencakup tiga pilar utama, yakni perbankan, pasar modal, dan asuransi.
Baca Juga: Lanjutkan Pertumbuhan Bisnis, BCAP Catat Kenaikan Laba Bersih 130,1% di 2025
Di segmen perbankan, PT Bank MNC Internasional Tbk mencatatkan pendapatan bunga Rp376,63 miliar dengan total aset meningkat menjadi Rp21,38 triliun. Rasio permodalan tetap kuat dengan KPMM sebesar 22,74%.
Pada lini digital, PT MNC Teknologi Nusantara melalui aplikasi MotionPay terus memperluas fitur layanan, termasuk QRIS Customer Presented Mode (CPM) serta fitur pembayaran otomatis. Volume transaksi mencapai 15 juta transaksi selama kuartal I-2026.
Sementara itu, segmen pasar modal melalui PT MNC Sekuritas terus memperluas jaringan dengan membuka cabang baru serta meraih sejumlah penghargaan. PT MNC Asset Management juga mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan (AUM) sebesar 59,61% yoy.
Di sektor asuransi, PT MNC Life Assurance mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 21% yoy, sedangkan PT MNC Asuransi Indonesia terus memperkuat kerja sama strategis untuk meningkatkan produktivitas. Ke depan, BCAP menegaskan akan terus memperkuat sinergi antar unit bisnis dan mendorong inovasi digital guna meningkatkan efisiensi serta memperluas basis nasabah, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :