Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026

Senin, 04 Mei 2026 - 13:45 WIB
loading...
Neraca Dagang RI Surplus...
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan nasional secara kumulatif untuk periode Januari hingga Maret 2026 mencatatkan surplus. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan nasional secara kumulatif untuk periode Januari hingga Maret 2026 mencatatkan surplus sebesar USD5,55 miliar. Capaian ini menandai rekor impresif di mana Indonesia telah mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan bahwa surplus besar ini didorong oleh kuatnya performa perdagangan komoditas nonmigas.

“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,55 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD10,63 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD5,08 miliar,” ungkap Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Inflasi April 0,13%, Dipicu Kenaikan Tarif Pesawat dan Bensin

Total nilai ekspor kumulatif pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai USD66,85 miliar, tumbuh 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung dengan kenaikan nilai sebesar 3,96 persen menjadi USD54,98 miliar.

Tiga negara mitra utama yang menjadi tujuan ekspor nonmigas Indonesia meliputi China yakni pasar utama dengan nilai USD16,50 miliar (25,94 persen), didominasi oleh komoditas besi, baja, dan nikel, Amerika Serikat mencapai USD7,29 miliar (11,46 persen), terutama didorong oleh ekspor mesin elektrik, alas kaki, dan pakaian dan India memberikan kontribusi sebesar USD4,50 miliar (7,08 persen).



Secara keseluruhan, kontribusi dari ketiga negara tersebut mencakup 44,48 persen dari total ekspor nonmigas nasional. Di sisi lain, nilai impor kumulatif Indonesia hingga Maret 2026 menyentuh angka USD61,30 miliar, atau melonjak 10,05 persen secara tahunan. Impor nonmigas naik 12,16 persen menjadi USD52,97 miliar, sementara impor migas mengalami penurunan tipis 1,72 persen menjadi USD8,33 miliar.

Baca Juga: Pertamina Kerek Lagi Harga BBM Non Subsidi, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

Berdasarkan penggunaannya, peningkatan impor terjadi di seluruh kategori. Diantaranya Bahan Baku/Penolong masih mendominasi dengan nilai USD43,17 miliar (naik 6,89 persen), Barang Modal mencatatkan lonjakan persentase tertinggi sebesar 24,02 persen dengan nilai USD12,98 miliar, Barang Konsumsi tumbuh 6,12 persen dengan nilai USD5,15 miliar.

Adapun China tetap menjadi negara asal impor nonmigas terbesar bagi Indonesia dengan kontribusi mencapai 41,56 persen atau senilai USD22,02 miliar. Surplus perdagangan nonmigas selama Januari hingga Maret 2026 disumbang oleh lima komoditas andalan, yakni lemak dan minyak hewan/nabati (USD8,68 miliar), bahan bakar mineral (USD6,22 miliar), besi dan baja (USD4,29 miliar), nikel (USD3,24 miliar), serta alas kaki (USD1,49 miliar). Kinerja ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dan sumber daya olahan Indonesia masih memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved