Siap-siap! Insentif Kendaraan Listrik Bakal Terbit Dua Minggu Lagi

Senin, 04 Mei 2026 - 21:19 WIB
loading...
Siap-siap! Insentif...
Menkeu Purbaya mengungkapkan, bahwa saat ini proses perumusan kebijakan insentif kendaraan listrik dalam tahap pembicaraan intensif dengan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah meramu kebijakan baru untuk memberikan insentif kendaraan listrik guna merespons tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bahwa langkah ini merupakan perluasan dari program subsidi kendaraan listrik yang sebelumnya baru menyasar sepeda motor listrik senilai Rp7 juta per unit sejak tahun 2023.

Purbaya mengungkapkan, bahwa saat ini proses perumusan kebijakan masih dalam tahap pembicaraan intensif dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia optimistis aturan mengenai insentif mobil listrik ini dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat agar pasar otomotif berbasis listrik semakin bergeliat.

"Demand untuk mobil listrik juga kelihatannya kenceng ya. Mungkin kita akan pikirkan lagi nanti bagaimana sih, insentif untuk mobil listrik dalam waktu dekat," kata Purbaya ke awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Purbaya Bakal Kucurkan Insentif Motor Listrik, Rp5 Juta Setiap Kendaraan

Targetnya, sistem insentif ini diharapkan sudah mulai berjalan dalam dua minggu mendatang untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi. "Biar kita dorong cepat. Supaya, let's say, dua minggu dari sekarang sudah masuk ke sistem insentifnya," ungkap Purbaya.



Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menegaskan bahwa rencana pemberian subsidi untuk seluruh model kendaraan berbasis listrik (electric vehicle/EV) merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus pemerintah kini tidak hanya sekadar pada pengurangan emisi, tetapi lebih ditekankan pada penguatan ketahanan energi nasional.

"Semua harus, semua nanti akan berbasis electric vehicle," tegas Agus di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Menjaga Momentum Pertumbuhan EV di Tengah Pencabutan Insentif Mobil Listrik

Krisis geopolitik di Timur Tengah, khususnya gangguan di jalur perdagangan minyak dunia Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang mendorong Indonesia untuk segera beralih dari bahan bakar fosil ke energi baru dan terbarukan.

Transisi ke EV dianggap sebagai langkah krusial untuk memangkas ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rentan terhadap gejolak global.

"Dulu waktu kita desain program EV itu kan masih kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Itu juga penting. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan Hormuz sehingga itu juga harus dikaitkan dan mungkin lebih penting terhadap ketahanan energi," tutur Agus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Rekomendasi
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Infografis
Dengan Inovasi Genom,...
Dengan Inovasi Genom, Harimau Tazmania Siap Dihidupkan Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved