Minyak Rusia 150 Juta Barel Sebentar Lagi Masuk Indonesia, 100 Juta Barel Harga Khusus
Selasa, 05 Mei 2026 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Langkah Indonesia menambah pasokan dari Rusia terjadi di tengah terganggunya distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong sejumlah negara di Asia mencari sumber pasokan alternatif di tengah lonjakan harga minyak dunia.
Situasi ini juga memberikan keuntungan bagi Rusia sebagai eksportir energi utama. Berdasarkan perhitungan Reuters, pendapatan pajak minyak Rusia diproyeksikan mencapai sekitar USD9 miliar pada April, didorong kenaikan harga minyak mentah Urals yang mencapai rata-rata USD77 per barel pada Maret, meningkat dari USD44,59 per barel pada Februari.
Baca Juga: Pertamina Kerek Lagi Harga BBM Non Subsidi, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter
India dan China tercatat menjadi pembeli utama minyak mentah Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Pengiriman ke India mencapai sekitar 2,1 juta barel per hari, sementara China turut meningkatkan impor seiring berkurangnya pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 17 April memperpanjang lisensi umum yang membebaskan pengiriman minyak Rusia dari sanksi hingga 16 Mei. Kebijakan ini mencerminkan dinamika geopolitik energi global yang semakin kompleks di tengah kebutuhan pasokan yang tinggi.
Situasi ini juga memberikan keuntungan bagi Rusia sebagai eksportir energi utama. Berdasarkan perhitungan Reuters, pendapatan pajak minyak Rusia diproyeksikan mencapai sekitar USD9 miliar pada April, didorong kenaikan harga minyak mentah Urals yang mencapai rata-rata USD77 per barel pada Maret, meningkat dari USD44,59 per barel pada Februari.
Baca Juga: Pertamina Kerek Lagi Harga BBM Non Subsidi, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter
India dan China tercatat menjadi pembeli utama minyak mentah Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Pengiriman ke India mencapai sekitar 2,1 juta barel per hari, sementara China turut meningkatkan impor seiring berkurangnya pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 17 April memperpanjang lisensi umum yang membebaskan pengiriman minyak Rusia dari sanksi hingga 16 Mei. Kebijakan ini mencerminkan dinamika geopolitik energi global yang semakin kompleks di tengah kebutuhan pasokan yang tinggi.
(nng)
Lihat Juga :