Ini Pendorong Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Selasa, 05 Mei 2026 - 13:47 WIB
loading...
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026. Kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi domestik, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga kegiatan produksi industri.
"Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini. Industri pengolahan tercatat tumbuh 5,04% (yoy), didorong oleh kinerja industri makanan dan minuman, logam, komputer dan elektronik, serta kimia dan farmasi.
Amalia menjelaskan, pertumbuhan industri pengolahan juga ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 6,26% seiring meningkatnya produksi dan impor barang konsumsi, modal, serta bahan baku.
Sektor konstruksi turut mencatat pertumbuhan 5,49% yang didorong aktivitas pembangunan oleh pemerintah dan swasta. Sementara sektor pertanian tumbuh 4,97%. Secara kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), lima sektor utama adalah industri pengolahan (19,07%), perdagangan (13,28%), pertanian (12,67%), konstruksi (9,81%), dan pertambangan (8,69%).
"Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini. Industri pengolahan tercatat tumbuh 5,04% (yoy), didorong oleh kinerja industri makanan dan minuman, logam, komputer dan elektronik, serta kimia dan farmasi.
Amalia menjelaskan, pertumbuhan industri pengolahan juga ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 6,26% seiring meningkatnya produksi dan impor barang konsumsi, modal, serta bahan baku.
Sektor konstruksi turut mencatat pertumbuhan 5,49% yang didorong aktivitas pembangunan oleh pemerintah dan swasta. Sementara sektor pertanian tumbuh 4,97%. Secara kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), lima sektor utama adalah industri pengolahan (19,07%), perdagangan (13,28%), pertanian (12,67%), konstruksi (9,81%), dan pertambangan (8,69%).
Lihat Juga :