Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut APBN Tumbuh Ekspansif hingga Maret 2026
Selasa, 05 Mei 2026 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam laporannya, Purbaya juga menyoroti defisit keseimbangan primer yang telah menyentuh Rp95,8 triliun, melampaui target defisit yang didesain sebesar Rp89,7 triliun.
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi lonjakan defisit yang signifikan. Sebagai perbandingan pada Maret 2025 defisit tercatat Rp104,2 triliun (0,43% dari PDB) dan Maret 2026 defisit mencapai Rp240,1 triliun (0,93% dari PDB).
Dengan demikian secara tahunan, defisit pada Maret 2026 meningkat sebesar 130,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah sendiri telah mendesain total defisit APBN untuk sepanjang tahun 2026 sebesar Rp689,1 triliun, atau dipatok pada level 2,68% terhadap PDB.
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan, Setiap Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Tambah Defisit Rp6 Triliun
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi lonjakan defisit yang signifikan. Sebagai perbandingan pada Maret 2025 defisit tercatat Rp104,2 triliun (0,43% dari PDB) dan Maret 2026 defisit mencapai Rp240,1 triliun (0,93% dari PDB).
Dengan demikian secara tahunan, defisit pada Maret 2026 meningkat sebesar 130,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah sendiri telah mendesain total defisit APBN untuk sepanjang tahun 2026 sebesar Rp689,1 triliun, atau dipatok pada level 2,68% terhadap PDB.
(akr)
Lihat Juga :