Geger Selat Hormuz, Pasokan Bahan Bakar Jet Global Terancam

Rabu, 06 Mei 2026 - 14:45 WIB
loading...
Geger Selat Hormuz,...
Potensi penutupan Selat Hormuz menimbulkan ancaman serius terhadap pasokan bahan bakar jet global. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Potensi penutupan Selat Hormuz menimbulkan ancaman serius terhadap pasokan bahan bakar jet global di tengah ketergantungan tinggi pada jalur energi tersebut. Gangguan distribusi diperkirakan berdampak lebih besar pada bahan bakar penerbangan dibandingkan minyak mentah.

Melius Research menyebutkan, aliran jet fuel menghadapi kendala jauh lebih kompleks karena minimnya jalur alternatif distribusi.

“Bahan bakar penerbangan merupakan aliran yang paling terbatas, karena minyak mentah masih memiliki opsi rute lain sementara jet fuel hampir tidak memilikinya,” demikian analisis lembaga tersebut dikutip dari Investing.com, Rabu (4/5/2026).

Baca Juga: Iran Peringatkan Rute Pelayaran Baru AS Melalui Selat Hormuz Berbatu, Dangkal, dan Berisiko

Secara historis, sekitar 20 hingga 21 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari, dengan sekitar 3 juta barel di antaranya merupakan produk olahan, termasuk bahan bakar jet. Namun, distribusi avtur bergantung pada sistem pengolahan dan logistik yang jauh lebih spesifik dibandingkan minyak mentah.

Jet fuel harus diproduksi dari bahan baku tertentu di unit kilang khusus dan didistribusikan ke pusat-pusat utama seperti Amsterdam-Rotterdam-Antwerp (ARA), Singapura, dan kawasan Teluk. Saat ini, stok di sejumlah pusat tersebut dilaporkan berada di bawah rata-rata musiman.



Keterbatasan juga terjadi pada fleksibilitas bahan baku. Spesifikasi Jet A-1 yang ketat membuat kilang tidak dapat dengan mudah mengganti jenis minyak mentah tanpa penyesuaian teknis, sementara proses pemeliharaan kilang bisa memakan waktu hingga enam minggu dan restart penuh hingga 12 minggu.

Di tengah tekanan tersebut, Uni Eropa tengah mempertimbangkan impor bahan bakar Jet A sebagai langkah darurat, meski opsi ini masih terkendala regulasi. Secara keseluruhan, stok global bahan bakar jet tercatat sekitar 7 juta barel di bawah rata-rata lima tahun, dengan wilayah ARA menyentuh level terendah dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga: Minyak Rusia 150 Juta Barel Sebentar Lagi Masuk Indonesia, 100 Juta Barel Harga Khusus

Kawasan Timur Tengah, di luar Iran, hanya memiliki cadangan sekitar 18 hari, menjadikannya wilayah paling rentan terhadap gangguan pasokan. Sementara itu, Eropa masih menghadapi keterbatasan kapasitas pengolahan yang membuatnya sulit menutup kekurangan secara mandiri.

Di sisi lain, cadangan strategis global umumnya hanya menyimpan minyak mentah, bukan produk olahan seperti avtur. Meski stok di kawasan OECD Amerika meningkat, pasokan tersebut lebih difokuskan untuk kebutuhan domestik, sementara Asia tetap bergantung pada pasokan minyak mentah dari Teluk dengan kontribusi sekitar setengah kebutuhan kilang regional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Rekomendasi
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Infografis
RDF Plant Rorotan Mampu...
RDF Plant Rorotan Mampu Hasilkan Ratusan Ton Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved