Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Rabu, 06 Mei 2026 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi tata kelola, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat regulasi berbasis kuota dan pengawasan berbasis teknologi. Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Syarif Abd. Raup menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pengumpulan data secara real-time menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan konservasi.
Baca Juga: Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Sementara itu, peluang ekonomi sirkular semakin terbuka melalui pengembangan produk turunan seperti kolagen dan bahan farmasi dari limbah tuna. Pasar kolagen global bahkan diproyeksikan mencapai nilai lebih dari USD9 miliar pada 2030, menjadikannya salah satu target utama hilirisasi industri.
Science Advisor Tuna Consortium Prof. Budy Wiryawan menekankan pentingnya riset dan pendekatan berbasis sains dalam mendorong transformasi industri. Menurutnya, inovasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing serta memperluas peran Indonesia dalam ekosistem kelautan global.
Baca Juga: Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Sementara itu, peluang ekonomi sirkular semakin terbuka melalui pengembangan produk turunan seperti kolagen dan bahan farmasi dari limbah tuna. Pasar kolagen global bahkan diproyeksikan mencapai nilai lebih dari USD9 miliar pada 2030, menjadikannya salah satu target utama hilirisasi industri.
Science Advisor Tuna Consortium Prof. Budy Wiryawan menekankan pentingnya riset dan pendekatan berbasis sains dalam mendorong transformasi industri. Menurutnya, inovasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing serta memperluas peran Indonesia dalam ekosistem kelautan global.
(nng)
Lihat Juga :