Pertama Kali Sejak Perang Teluk, Ekspor Minyak Kuwait Menyentuh Angka Nol

Rabu, 06 Mei 2026 - 22:19 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: AS Arahkan Kapal Melintasi Selat Hormuz Lewat Perairan Oman

Dari kapasitas normal 2,7 juta barel per hari (bpd), kini produksi minyak Kuwait turun drastis menjadi hanya 1,2 juta bpd per awal Mei 2026. Meskipun Kuwait masih terus memproduksi minyak untuk kebutuhan domestik dan penyimpanan, ketiadaan ekspor berarti keran uang negara praktis terhenti.

Deja Vu Perang Teluk 1991

Data dari Tanker Trackers mengonfirmasi bahwa ini adalah penghentian ekspor total pertama sejak invasi Irak tahun 1990-1991. Jika dulu infrastruktur Kuwait dihancurkan oleh pasukan Saddam Hussein, kini tembok yang menghalangi mereka adalah blokade militer di laut lepas.

Pengamat pasar energi melihat kemiripan pola yang mengkhawatirkan. Tanpa adanya jalur alternatif selain Selat Hormuz, posisi geografis Kuwait menjadikannya negara yang paling terdampak secara ekonomi dibandingkan tetangganya.

Efek domino dari berhentinya ekspor Kuwait langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah dunia sempat meroket melampaui USD120 per barel, untuk menjadi level tertinggi sejak krisis energi tahun 2022.

Dunia kini menanti dengan cemas, apakah negosiasi diplomatik mampu membuka kembali Selat Hormuz, ataukah kita sedang menuju resesi global akibat kelangkaan energi yang berkepanjangan? Satu yang pasti, selama Selat Hormuz membara, ekonomi global akan terus berada di ujung tanduk.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Rekomendasi
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
Pertama Kali, Hizbullah...
Pertama Kali, Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved