Pertama Kali Sejak Perang Teluk, Ekspor Minyak Kuwait Menyentuh Angka Nol

Rabu, 06 Mei 2026 - 22:19 WIB
loading...
Pertama Kali Sejak Perang...
Kuwait untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, melaporkan nol barel ekspor minyak mentah sepanjang bulan April. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kuwait untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, melaporkan nol barel ekspor minyak mentah sepanjang bulan April. Kondisi ini menandai titik terendah ekonomi Kuwait sejak Perang Teluk 1991 , memicu kekhawatiran global akan lonjakan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang tak terkendali.

Diketahui Kuwait dikenal sebagai salah satu raksasa eksportir minyak dunia dan merupakan sekutu utama Amerika Serikat atau AS yang menampung sekitar 13.500 tentara Amerika. Selain itu, Kuwait juga berfungsi sebagai pusat logistik regional utama.

Baca Juga: Dikepung Blokade AS, Indonesia Dukung Hak Lintas Tanker Iran di Selat Lombok

Kuwait sebelumnya memproduksi sekitar 2,7 juta barel per hari (bph) dan mengekspor sekitar 1,85 juta bph, dengan sebagian besar pengiriman menuju pasar Asia termasuk China, India, dan Korea Selatan.

Titik Nadir di Selat Hormuz

Lumpuhnya ekspor ini bukan tanpa alasan. Selat Hormuz, yang merupakan jalur nadi utama mengalirkan seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, kini praktis menjadi jalur mati akibat blokade total. Ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah mengubah jalur dagang paling sibuk di dunia itu menjadi zona perang yang tak bisa dilewati kapal tanker.



Kuwait Petroleum Corporation (KPC) secara resmi telah menyatakan status Force Majeure sejak 17 April lalu. Langkah darurat ini diambil setelah lalu lintas kapal tanker terhenti total, memutus akses Kuwait ke pasar utama mereka di Asia, termasuk China, India, dan Korea Selatan.

Ekonomi di Ambang Kehancuran?

Bagi Kuwait, situasi ini adalah mimpi buruk finansial mengingat minyak menyumbang sekitar 50% dari PDB Kuwait. Fakta pahit yang dihadapi negara Teluk tersebut adalah sekitar 90% pendapatan pemerintah berasal dari ekspor minyak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Rekomendasi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Hamas Rekrut 15.000...
Hamas Rekrut 15.000 Pejuang sejak Dimulainya Perang dengan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved