Bennix: Sepanjang Indonesia Hobi Impor Minyak, Rupiah Bisa Babak Belur Tembus Rp20.000

Jum'at, 08 Mei 2026 - 11:25 WIB
loading...
Bennix: Sepanjang Indonesia...
Founder Bennix Investor Group Benny Batara dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews. FOTO/Tangkapan Layar YouTube/SindoNews
A A A
JAKARTA - Founder Bennix Investor Group Benny Batara menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan kondisi yang wajar di tengah lonjakan harga minyak dunia. Menurut dia, tekanan terhadap rupiah akan terus berlanjut selama Indonesia masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

"Ini normal-normal saja. Kita bahkan pernah bilang sampai Rp20.000 harusnya rupiah," kata Benny Batara dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews dikutip pada Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Demi Bertahan Hidup, Singapura Disebut Siapkan Serangan Finansial ke Indonesia

Benny menjelaskan kenaikan harga minyak dunia secara langsung meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi. Ketika harga minyak melonjak dari USD80 menjadi USD120 per barel, biaya yang harus dibayarkan Indonesia ikut meningkat hingga sekitar 50%.



Menurut dia, kondisi tersebut membuat kebutuhan penukaran rupiah ke dolar AS semakin besar. Akibatnya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi sulit dihindari karena permintaan dolar terus meningkat untuk membiayai impor minyak.

"Seiring harga minyak makin mahal, semakin banyak rupiah yang harus dijual, ditukar ke dolar, dolarnya buat impor minyak," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Rekomendasi
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Digital Lock Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Berita Terkini
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved