Krisis Selat Hormuz, China dan India Terancam Gagal Panen Imbas Kelangkaan Pupuk

Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:30 WIB
loading...
Krisis Selat Hormuz,...
Founder Bennix Investor Group, Benny Batara dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews. FOTO/Tangkapan Layar YouTube/SindoNews
A A A
JAKARTA - Penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz diprediksi akan memicu lonjakan harga komoditas global secara signifikan akibat terganggunya rantai pasok energi dan bahan baku pangan. Krisis ini dinilai tidak hanya berdampak pada sektor bahan bakar, tetapi juga mengancam ketahanan pangan negara-negara dengan populasi besar seperti China dan India.

"Selat Hormuz itu banyak sekali dampaknya. Pupuk ternyata banyak dari Hormuz karena bahan bakunya berasal dari gas, sementara 20% aliran minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut," ujar Founder Bennix Investor Group, Benny Batara dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews, dikutip Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Bennix: Sepanjang Indonesia Hobi Impor Minyak, Rupiah Bisa Babak Belur Tembus Rp20.000

Benny menjelaskan gangguan pada distribusi gas dari kawasan tersebut akan langsung memukul industri pupuk global. Kelangkaan pupuk menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian yang dapat berujung pada kegagalan panen massal, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor bahan baku pupuk dari wilayah Teluk.

Menurutnya, China dan India bakal menjadi negara yang paling terdampak dan mengalami kepanikan luar biasa mengingat jumlah penduduk mereka yang sangat besar. Jika ketersediaan pangan terganggu dan memicu kelaparan, hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakstabilan keamanan dan gejolak sosial.

"China dan India bakal panik. Penduduknya paling besar, kalau sampai terjadi kelaparan, itu bisa menimbulkan gejolak sosial yang sangat berat," ujar pria yang akrab disapa Bennix tersebut.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Rekomendasi
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved