Langkah Cepat Purbaya Benahi Hambatan PSEL Makassar Dinilai Perkuat Kepercayaan Investor Asing
Sabtu, 09 Mei 2026 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
PSEL Makassar kini diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi pemerintah dan investor dalam menghadirkan solusi modern bagi pengelolaan sampah dan energi masa depan Indonesia. Keberhasilan proyek ini juga diyakini dapat menjadi model percepatan proyek-proyek strategis serupa di berbagai daerah lain di Indonesia.
Sebelumnya, pada Rabu (7/5), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta proyek strategis nasional PSEL Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipercepat sesuai keinginan presiden Prabowo Subianto dan tetap dibangun di Kecamatan Tamalanrea oleh investor Shanghai SUS Environment dengan PT Grand Puri Indonesia (GPI) di konsorsium PT Sarana Utama Synergy (SUS).
Keputusan itu ditetapkan Purbaya saat memimpin sidang debottlenecking Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang digelar secara daring. Keputusan tersebut juga dipandang mampu mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, khususnya pada sektor energi bersih, infrastruktur, dan pengolahan lingkungan yang membutuhkan kepastian dukungan pemerintah.
Menurut Gusti, momentum dari Menkeu Purbaya ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar menghentikan ego sektoral serta kebijakan-kebijakan yang menghambat investor asing masuk ke Indonesia.
“Investor membutuhkan kepastian, kecepatan, dan keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan. Jika Indonesia ingin bersaing dengan negara lain dalam merebut investasi global, maka semangat seperti yang ditunjukkan Menkeu Purbaya harus menjadi standar baru birokrasi nasional,” terang Gusti.
Sebelumnya, pada Rabu (7/5), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta proyek strategis nasional PSEL Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipercepat sesuai keinginan presiden Prabowo Subianto dan tetap dibangun di Kecamatan Tamalanrea oleh investor Shanghai SUS Environment dengan PT Grand Puri Indonesia (GPI) di konsorsium PT Sarana Utama Synergy (SUS).
Keputusan itu ditetapkan Purbaya saat memimpin sidang debottlenecking Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang digelar secara daring. Keputusan tersebut juga dipandang mampu mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, khususnya pada sektor energi bersih, infrastruktur, dan pengolahan lingkungan yang membutuhkan kepastian dukungan pemerintah.
Menurut Gusti, momentum dari Menkeu Purbaya ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar menghentikan ego sektoral serta kebijakan-kebijakan yang menghambat investor asing masuk ke Indonesia.
“Investor membutuhkan kepastian, kecepatan, dan keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan. Jika Indonesia ingin bersaing dengan negara lain dalam merebut investasi global, maka semangat seperti yang ditunjukkan Menkeu Purbaya harus menjadi standar baru birokrasi nasional,” terang Gusti.
(akr)
Lihat Juga :