Krisis Energi Kian Nyata, Cadangan Minyak Dunia Terkuras hingga Level Terendah

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:08 WIB
loading...
Krisis Energi Kian Nyata,...
Penuptupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Iran telah menguras cadangan minyak global pada kecepatan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. FOTO/NYT
A A A
NEW YORK - Penutupan hampir total jalur pelayaran Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Iran telah menguras cadangan minyak global pada kecepatan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Situasi ini memicu krisis pasokan energi dunia, melonjakkan harga bahan bakar di Amerika Serikat (AS), hingga mengancam operasional industri penerbangan di Eropa menjelang musim panas.

"Eropa kemungkinan hanya memiliki cadangan bahan bakar jet untuk sekitar enam pekan," ujar Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol dikutip dari New York Times, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Berhasil Lintasi Selat Hormuz, 1 Juta Barel Minyak Tiba di Korsel

Hal itu akibat terjadi tekanan akut pada stok avtur komersial yang diprediksi jatuh ke bawah ambang batas kritis pada Juni mendatang. Data Morgan Stanley menunjukkan, persediaan minyak global merosot sekitar 4,8 juta barel per hari sepanjang periode Maret hingga April 2026. Penurunan ini tercatat sebagai penyusutan kuartalan terdalam dalam sejarah IEA, yang memperparah kekhawatiran atas ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.



Kondisi tersebut berdampak langsung pada meroketnya harga bensin di AS yang melonjak hingga 50% sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu. Berdasarkan data AAA, harga rata-rata nasional kini mencapai USD4,52 per galon, bahkan di wilayah tertentu seperti California, beban konsumen meningkat secara signifikan akibat terbatasnya stok musiman.

Cadangan minyak mentah AS, termasuk Strategic Petroleum Reserve (SPR), terus menyusut selama empat pekan berturut-turut hingga mencapai level terendah sejak tahun 2005. Guna membendung dampak tersebut, Departemen Energi AS telah melepaskan hampir 80 juta barel cadangan minyak sebagai bagian dari upaya kolektif global bersama IEA untuk menstabilkan pasar.

Baca Juga: Mojtaba Perintahkan Militer Iran Lanjutkan Perang, 2 Drone Hantam UEA

Krisis energi juga mulai melumpuhkan sektor transportasi udara di Eropa, dengan hub Amsterdam-Rotterdam-Antwerpen mencatatkan penurunan stok bahan bakar hingga sepertiga. Maskapai besar seperti Lufthansa terpaksa membatalkan 20.000 jadwal penerbangan jarak pendek hingga Oktober mendatang demi menghemat puluhan ribu metrik ton bahan bakar jet.

Sementara, Ekonom Nouriel Roubini memperingatkan bahwa pasar masih cenderung meremehkan risiko jangka panjang dari konflik ini terhadap infrastruktur energi regional. Jika blokade Selat Hormuz terus bertahan, harga minyak dunia diperkirakan dapat melonjak hingga menembus angka USD200 per barel, yang berisiko menyeret ekonomi global ke dalam jurang stagflasi serupa di era 1970-an.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Rekomendasi
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Berita Terkini
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved