Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Jalur kereta yang melintasi Kazakhstan dan Turkmenistan itu dinilai belum mampu sepenuhnya menggantikan fungsi pelabuhan laut Iran yang terdampak blokade. Operasi angkatan laut AS disebut telah menghambat sebagian besar ekspor minyak Iran serta mengganggu impor komoditas penting seperti gandum, sehingga mulai menekan stabilitas ekonomi domestik dan nilai tukar rial Iran.

Baca Juga: Krisis Energi Kian Nyata, Cadangan Minyak Dunia Terkuras hingga Level Terendah

Saat ini arus perdagangan di jalur tersebut masih didominasi pengiriman barang dari China ke Iran, seperti suku cadang otomotif, generator, barang elektronik, dan produk industri lainnya. Pemerintah Iran juga disebut tengah mempertimbangkan pemanfaatan jalur rel untuk ekspor produk petrokimia dan bahan bakar pada tahap berikutnya.

Sejak konflik pecah pada akhir Februari akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, China berulang kali menyerukan gencatan senjata dan membantah telah mengirim persenjataan kepada Iran. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan meningkatnya ketergantungan Iran terhadap China sebagai mitra dagang utama dan pembeli utama minyaknya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Rekomendasi
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved