Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal II Melambat Tak Sampai 5,6%
Senin, 11 Mei 2026 - 19:22 WIB
loading...
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. FOTO/Bank Mandiri
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada di kisaran 5,1% hingga 5,5%, lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan.
Perlambatan tersebut dipengaruhi meredanya faktor musiman yang sebelumnya menopang konsumsi masyarakat saat periode Hari Raya Idulfitri. Selain itu, sejumlah indikator domestik seperti Indeks Keyakinan Konsumen dan penjualan ritel mulai menunjukkan pelemahan di tengah tekanan ketidakpastian global.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina mengatakan ekonomi domestik tetap memiliki ketahanan yang cukup baik meski diperkirakan tumbuh lebih moderat pada kuartal kedua tahun ini.
"Kita melihat ada peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1 sampai 5,5% di kuartal II tahun 2026 ini," ujar Dian dalam acara Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebelumnya terdorong oleh tingginya konsumsi masyarakat selama momentum Lebaran. Namun, faktor pendorong tersebut diperkirakan tidak kembali terulang pada periode April hingga Juni 2026 sehingga laju ekonomi cenderung lebih moderat.
Bank Mandiri juga mencermati adanya tekanan dari sisi sentimen global yang mulai memengaruhi perilaku konsumsi dan aktivitas ekonomi domestik. Karena itu, peran pemerintah melalui percepatan belanja fiskal dinilai penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan nasional. "Tentu banyak faktor yang bisa menopang. Artinya peran pemerintah, peran akselerasi belanja fiskal menjadi penting di sini sebagai shock absorber," ujar Dian.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Selain kebijakan fiskal, dukungan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif juga dinilai akan menjadi faktor penopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Bank Mandiri mengingatkan pemerintah dan pelaku usaha agar tetap mewaspadai perkembangan indikator investasi dan dinamika global yang dapat memengaruhi arah ekonomi nasional hingga akhir tahun ini.
Perlambatan tersebut dipengaruhi meredanya faktor musiman yang sebelumnya menopang konsumsi masyarakat saat periode Hari Raya Idulfitri. Selain itu, sejumlah indikator domestik seperti Indeks Keyakinan Konsumen dan penjualan ritel mulai menunjukkan pelemahan di tengah tekanan ketidakpastian global.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina mengatakan ekonomi domestik tetap memiliki ketahanan yang cukup baik meski diperkirakan tumbuh lebih moderat pada kuartal kedua tahun ini.
"Kita melihat ada peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1 sampai 5,5% di kuartal II tahun 2026 ini," ujar Dian dalam acara Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebelumnya terdorong oleh tingginya konsumsi masyarakat selama momentum Lebaran. Namun, faktor pendorong tersebut diperkirakan tidak kembali terulang pada periode April hingga Juni 2026 sehingga laju ekonomi cenderung lebih moderat.
Bank Mandiri juga mencermati adanya tekanan dari sisi sentimen global yang mulai memengaruhi perilaku konsumsi dan aktivitas ekonomi domestik. Karena itu, peran pemerintah melalui percepatan belanja fiskal dinilai penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan nasional. "Tentu banyak faktor yang bisa menopang. Artinya peran pemerintah, peran akselerasi belanja fiskal menjadi penting di sini sebagai shock absorber," ujar Dian.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Selain kebijakan fiskal, dukungan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif juga dinilai akan menjadi faktor penopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Bank Mandiri mengingatkan pemerintah dan pelaku usaha agar tetap mewaspadai perkembangan indikator investasi dan dinamika global yang dapat memengaruhi arah ekonomi nasional hingga akhir tahun ini.
(nng)
Lihat Juga :