Trading Lewat Smartphone Kian Dominasi Pasar Asia Tenggara

Senin, 11 Mei 2026 - 21:26 WIB
loading...
Trading Lewat Smartphone...
JustMarkets dalam laporannya mengenai perkembangan trading seluler di Asia Tenggara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Transformasi digital mendorong perubahan besar pada industri keuangan Asia Tenggara, dengan pertumbuhan pesat trading berbasis seluler di Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Meningkatnya penetrasi internet, penggunaan smartphone, serta dominasi investor muda menjadi faktor utama yang mempercepat pergeseran ekosistem fintech di kawasan tersebut.

"Dulu aktivitas trading identik dengan terminal desktop, tetapi kini seluruh proses dapat dilakukan melalui smartphone dengan lebih cepat dan praktis," demikian keterangan JustMarkets dalam laporannya mengenai perkembangan trading seluler di Asia Tenggara dikutip pada Senin (11/6/2026).

Baca Juga: Meneropong Tren Trading Teratas di Asia Tenggara, Apa yang Terlihat Sejauh Ini?

Laporan tersebut menyebutkan dominasi Singapura sebagai pusat finansial kawasan mulai diimbangi oleh pertumbuhan pasar teknologi finansial di negara berkembang Asia Tenggara. Di Vietnam, misalnya, jumlah akun perdagangan sekuritas domestik tercatat mencapai 12,26 juta pada Februari 2026.

Sementara itu, Indonesia dan Vietnam dinilai menjadi pasar yang semakin mengutamakan platform berbasis mobile. Didukung harga smartphone yang semakin terjangkau serta kualitas koneksi internet yang membaik, masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan investasi dan perdagangan aset keuangan secara digital.



Pertumbuhan investor muda juga memperkuat tren tersebut. Di Filipina, investor ritel berusia 18–29 tahun tercatat mencapai 26,5% dari total investor, sedangkan di Indonesia lebih dari separuh dari total 16,2 juta investor terdaftar berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.

Menurut JustMarkets, popularitas trading seluler didorong oleh sejumlah faktor seperti akses yang mudah, kecepatan transaksi, fitur analisis berbasis teknologi, hingga dukungan pembayaran lokal seperti GCash, OVO, dan GrabPay. Aplikasi trading modern juga disebut telah dilengkapi grafik interaktif, indikator teknikal, serta dukungan kecerdasan buatan untuk membantu analisis pasar.

"JustMarkets menyediakan alat bantu dan dukungan bagi trader dari berbagai tingkatan agar dapat melakukan trading sesuai kebutuhan mereka sendiri," tulis perusahaan tersebut.

Baca Juga: P2G Sebut Ambisi Digital Nadiem Makarim Abaikan Realitas Guru di Daerah 3T

Platform tersebut juga menawarkan layanan lokal, dukungan pelanggan 24 jam, serta kemampuan trading dengan leverage hingga 1:3000. Ke depan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, otomatisasi, dan jaringan seluler generasi baru diperkirakan akan semakin mempercepat transformasi industri trading digital di Asia Tenggara. Meski demikian, pelaku industri mengingatkan bahwa aktivitas perdagangan instrumen keuangan tetap memiliki risiko tinggi dan perlu dilakukan secara bijak sesuai profil risiko masing-masing investor.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Ini Cara Mengenali saat...
Ini Cara Mengenali saat Pasar Bersiap Melakukan Pergerakan Besar
Akses ke Pasar Keuangan...
Akses ke Pasar Keuangan Global Terbuka, Namun Tak Semua Siap Hadapi Risikonya
Belajar dari Pengalaman...
Belajar dari Pengalaman Pahit, Pentingnya Memilih Platform Investasi yang Terjamin Legalitasnya
Kronologi Penipuan Trading...
Kronologi Penipuan Trading Kripto Timothy Ronald, Korban Tergiur Flexing di Sosmed
Influencer Timothy Ronald...
Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
Negara Paling Korup...
Negara Paling Korup di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved