Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:41 WIB
loading...
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak main-main dalam kunjungan kenegaraan pertama ke China di masa jabatannya yang kedua ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak main-main dalam kunjungan kenegaraan pertama ke China di masa jabatannya yang kedua ini. Tak tanggung-tanggung, Trump memboyong pasukan elit yang terdiri dari 5 miliarder terkaya dunia dengan total kekayaan gabungan mencapai USD870 miliar atau setara Rp15.097 triliun (dengan kurs Rp17,353 per USD) untuk bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pekan ini.

Langkah spektakuler ini diambil di tengah ketegangan perdagangan yang memuncak, berkecamuknya perang AS-Israel melawan Iran , dan perlombaan senjata Kecerdasan Buatan (AI) yang kian sengit. Pertemuan tingkat tinggi ini disebut-sebut sebagai penentu arah ekonomi global untuk dekade berikutnya.

Daftar Orang Paling Berkuasa yang Ikut ke China

Berdasarkan laporan Bloomberg, rombongan Diplomasi Dolar Trump ini mencakup nama-nama besar yang mengendalikan teknologi dan keuangan dunia, seperti Elon Musk dari Tesla dengan kekayaan mencapai USD823,3 miliar untuk menyandang gelar sebagai orang terkaya di dunia.

Baca Juga: Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun

Lalu ada juga Stephen Schwarzman dari Blackstone, raja ekuitas swasta pemilik harta kekayaan USD40,5 miliar. Selanjutnya Tim Cook dari Apple (USD2,9 miliar), Larry Culp dari General Electric (USD1,8 miliar) dan Larry Fink dari BlackRock (USD1,3 miliar).



Selain mereka, CEO Boeing Kelly Ortberg, serta pimpinan Goldman Sachs dan Citigroup juga ikut dalam total 17 eksekutif top AS yang terbang ke Beijing. Mereka termasuk di antara miliarder yang diperkirakan akan bepergian ke Beijing bersama Trump.

Misi Utama: Minyak Iran dan Pesawat Boeing

Kunjungan yang sempat tertunda sejak Maret akibat perang di Iran ini membawa agenda yang sangat mendesak. Trump dilaporkan akan mendesak Xi Jinping untuk membantu AS membuka kembali Selat Hormuz. Mengingat China adalah pembeli minyak terbesar Iran, pengaruh Beijing dianggap sebagai kunci untuk mengakhiri kebuntuan energi global.

Baca Juga: Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran

Di sisi lain, Boeing dikabarkan tengah memfinalisasi pesanan raksasa sebanyak 500 pesawat 737 Max dari China. Jika kesepakatan ini diteken, itu akan menjadi kemenangan ekonomi besar bagi Trump di awal masa jabatan keduanya.

Sementara itu jajaran eksekutif lain yang dilaporkan diundang ke China yakni Dina Powell McCormick dari Meta, Brian Sikes dari Cargill, Chuck Robbins dari Cisco, Sanjay Mehrotra dari Micron, Cristiano Amon dari Qualcomm, Ryan McInerney dari Visa, Michael Miebach dari Mastercard, Jacob Thaysen dari Illumina, dan Jim Anderson dari Coherent dilaporkan termasuk di antara eksekutif lain yang diundang.

Perang Dingin AI: Gencatan Senjata atau Kompetisi?

Agenda yang tak kalah panas adalah masa depan Kecerdasan Buatan (AI). AS dan China kini sedang berlomba menjadi penguasa sektor yang tumbuh paling cepat ini. Meski CEO Nvidia, Jensen Huang, dilaporkan tidak ikut dalam rombongan kali ini, pengaruhnya sebagai penasihat AI Trump tetap membayangi meja perundingan.

Kedua pemimpin negara dikabarkan akan memulai kembali pembicaraan resmi untuk mengelola persaingan AI agar tidak berubah menjadi permusuhan terbuka. Trump bahkan sempat menulis di Truth Social bahwa ia mengharapkan "pelukan besar dan hangat" dari Xi Jinping sebagai simbol rekonsiliasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
Rekomendasi
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Berita Terkini
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved