Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:06 WIB
loading...
Biaya Logistik Menggila,...
Sejumlah pembeli di Asia membatalkan pengiriman LPG dari Amerika Serikat. FOTO/Marine Insight
A A A
JAKARTA - Sejumlah pembeli di Asia dilaporkan membatalkan pengiriman gas petroleum cair (liquefied petroleum gas/LPG) dari Amerika Serikat menyusul lonjakan tajam biaya pengiriman akibat konflik Iran. Kondisi ini mempersempit margin importir dan mengguncang keseimbangan pasar energi global.

“Setidaknya dua kargo LPG yang dijadwalkan dimuat pada Juni dari terminal ekspor di Pantai Teluk AS telah dibatalkan, sementara pengiriman lain masih dalam pembahasan untuk dihentikan,” demikian laporan Bloomberg dikutip pada Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga: Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya

Pembatalan ini terjadi di tengah melonjaknya tarif pengangkutan laut yang menggerus keuntungan importir di Asia, khususnya India dan China. Kedua negara tersebut sebelumnya meningkatkan impor dari AS setelah konflik Iran mengganggu jalur pasokan utama melalui Selat Hormuz.



Indikator profitabilitas ekspor LPG AS ke Asia Timur, yakni selisih harga Far East Index–Mont Belvieu, dilaporkan menyempit. Sementara itu, biaya pengiriman melonjak signifikan, sehingga menghapus potensi keuntungan yang sebelumnya cukup besar bagi para pelaku perdagangan.

India menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Sebelum konflik, sekitar 90% pasokan LPG negara tersebut berasal dari Timur Tengah. LPG sendiri merupakan bahan bakar utama untuk memasak di India serta bahan baku penting industri petrokimia di China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Rekomendasi
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Berita Terkini
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved