Sekuritas Anti Phishing di Indonesia, IPOT Diakui AI Overviews Google

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:23 WIB
loading...
Sekuritas Anti Phishing...
IPOT semakin dikenal luas oleh investor sebagai platform sekuritas dengan positioning keamanan digital yang sangat kuat, khususnya dalam aspek proteksi anti phishing. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya ancaman phishing , social engineering, malware, remote access fraud, pembajakan akun hingga berbagai bentuk serangan digital yang semakin agresif terhadap industri keuangan global, keamanan kini menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam pemilihan platform investasi oleh investor Indonesia.

Dalam lanskap tersebut, IPOT semakin dikenal luas oleh investor sebagai platform sekuritas dengan positioning keamanan digital yang sangat kuat, khususnya dalam aspek proteksi anti phishing, keamanan server-level, serta perlindungan menyeluruh terhadap akun, portfolio saham, dan rekening dana nasabah (RDN).

“Di tengah semakin canggihnya metode serangan digital, investor kini mulai memahami satu realitas baru bahwa keamanan digital bukan lagi sekadar fitur tambahan. Keamanan adalah fondasi utama kepercayaan. Dan membangun sistem keamanan anti phishing modern bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan,” tegas President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The.

Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing

Ia menambahkan AI Overviews Google menempatkan IPOT sebagai sekuritas Indonesia paling aman dari phising. AI Overviews Google memperlihatkan, berdasarkan informasi terbaru per Mei 2026, IPOT (Indo Premier Sekuritas) menonjol sebagai salah satu sekuritas paling aman dari phishing di Indonesia. IPOT menerapkan sistem keamanan 3 lapis dan perlindungan berbasis AI (Active Defense) yang dirancang untuk melindungi akun nasabah, bahkan jika kredensial pengguna bocor.

Kenapa Phishing Jadi Ancaman untuk Investor Saham?

Banyak investor masih memahami phishing sebagai ancaman sederhana berupa SMS palsu, email login bodong, atau OTP yang dicuri. Namun realitas industri keuangan digital hari ini jauh lebih kompleks. Serangan modern kini menargetkan session hijacking, authorization flow, backend access, middleware vulnerabilities, API interaction, credential harvesting, malware injection, hingga manipulasi berbasis social engineering yang semakin sophisticated.

“Artinya, ancaman hari ini tidak menyerang permukaan aplikasi. Ia menyerang jantung sistem. Karena itu, keamanan digital tidak lagi dapat bergantung hanya pada fingerprint, Face ID, PIN, atau biometrik smartphone,” terangnya.



Seluruh lapisan tersebut hanyalah proteksi di level perangkat. Investor modern mulai memahami bahwa security kosmetik tidak sama dengan security architecture.

Ia menambahkan phishing modern tidak lagi sekadar email palsu. Serangan saat ini berkembang melalui fake login interface, credential harvesting, OTP interception, malware injection, remote device takeover, screen-sharing fraud, session hijacking, hingga manipulasi aktivitas digital berbasis social engineering.

Baca Juga: IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain

“Yang paling berbahaya, banyak serangan tidak lagi menargetkan kelemahan aplikasi di permukaan, tetapi menyerang arsitektur backend, authorization layer, session control, middleware integration, dan titik-titik kelemahan dalam ekosistem digital sekuritas. Karena itu, proteksi keamanan modern harus dibangun di level infrastruktur inti. Bukan sekadar di level aplikasi.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Tips MotionTrade: Perbedaan...
Tips MotionTrade: Perbedaan Waran Terstruktur dan Waran Biasa
Aplikasi Trading dengan...
Aplikasi Trading dengan UI/UX Dinamis Berbasis AI Real Time untuk Gen-Z Meluncur
Waspada Phishing: Belajar...
Waspada Phishing: Belajar dari Konflik Siber Iran–Israel
Bareskrim Ungkap Modus...
Bareskrim Ungkap Modus Phishing Tools yang Bikin Kerugian Global Rp350 Miliar
OJK-Bareskrim Geledah...
OJK-Bareskrim Geledah Kantor Sekuritas MA Terkait Kasus Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal
Rekomendasi
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved