Ditolak India, Kapal Tanker 60.000 Ton LNG Rusia Terdampar di Dekat Singapura

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:52 WIB
loading...
Ditolak India, Kapal...
Pemerintah India secara resmi menolak tawaran kargo gas alam cair (LNG) dari proyek Rusia yang terkena sanksi. FOTO/Marine Link
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India secara resmi menolak tawaran kargo gas alam cair (LNG) dari proyek Rusia yang terkena sanksi Amerika Serikat, menyebabkan sebuah kapal tanker bermuatan 60.000 ton gas terdampar tanpa tujuan pasti. Kapal tanker bernama Kunpeng tersebut kini terpantau berada di perairan dekat Singapura setelah operator terminal di India menolak izin sandar demi menghindari risiko pelanggaran sanksi Washington.

"Penolakan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Energi Rusia, Pavel Sorokin, dalam kunjungannya ke New Delhi pada 30 April lalu saat bertemu dengan Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri," demikian laporan Reuters berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut.

Baca Juga: Siapa Erfan Shakourzadeh? Agen CIA dan Mossad yang Digantung di Iran

Pertemuan tingkat tinggi itu merupakan negosiasi kedua dalam dua bulan terakhir, di mana pihak Rusia berupaya menawarkan LNG dengan harga diskon yang menggiurkan. Namun, pembeli dan operator terminal di Dahej, India Barat, tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menerima pengiriman perdana dari pabrik Portovaya milik Gazprom yang telah masuk dalam daftar hitam sanksi AS sejak Januari 2025.

Laporan menyebutkan sempat ada upaya dokumentasi untuk menyamarkan asal-usul kargo tersebut sebagai non-Rusia, namun pelacakan satelit tetap berhasil mengidentifikasi muatan aslinya. Berbeda dengan minyak mentah yang lebih mudah disamarkan melalui transfer antar-kapal (ship-to-ship transfer) di tengah laut, pengiriman LNG jauh lebih sulit disembunyikan dari pengawasan data navigasi global.

Baca Juga: Tiga Tanker Minyak Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Begini Strateginya

Keputusan New Delhi ini mempertegas upaya keseimbangan yang dilakukan India antara kebutuhan mengamankan energi murah dan menjaga hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Meski India saat ini tercatat sebagai pembeli minyak mentah laut Rusia terbesar di dunia, kargo tersebut masih terlindungi oleh keringanan sanksi sementara pasca-gangguan energi di Timur Tengah sejak Februari lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
PM Modi: India Siap...
PM Modi: India Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas RI-India, Prabowo Dukung Pembangunan Pelabuhan di Andaman dan Nikobar
Rekomendasi
Padukan Sport Science...
Padukan Sport Science dan Karakter, Alumni S2 IKESOR FK Unair Tembus Sepak Bola Internasional
Microdrama Her Dangerous...
Microdrama Her Dangerous Game Tayang di V+Short, Simak Sinopsisnya di Sini!
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Berita Terkini
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved