IHSG Jatuh Terseret Rilis MSCI ke 6.734, OJK: Masih Batas Wajar

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:53 WIB
loading...
IHSG Jatuh Terseret...
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, koreksi IHSG pasca Pengumuman MSCI hari ini masih dalam batas wajar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Hasan Fawzi mengatakan, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengumuman MSCI hari ini masih dalam batas wajar. Ia menerangkan, koreksi IHSG sejak pembukaan perdagangan hingga pukul 10.00 WIB lalu berada di rentan 1-1,5%.

Menurutnya, pengumuman MSCI hari ini tidak mendapat respon yang cukup dalam bagi kinerja harga saham gabungan. Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Terkapar ke 6.763 usai Terhembas Pengumuman Indeks MSCI

"Hari ini kalau kita cermati tadi sampai pukul 10 terkonfirmasi ada penurunan index, tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/5/2026).



Selain itu dikatakan Hasan, tidak seluruh saham yang dikeluarkan oleh MSCI hari ini menyentuh level ARB (auto rejection bawah). Meski beberapa emiten masih harus menjadi penghuni top losers seperti AMMN, TPIA, dan MSIN di klasifikasi small indeks.

"Jadi masih dalam batasan koreksi yang rentang yang wajar. Kemudian tadi frekuensi dan volume serta nilai transaksi juga cukup baik," kata Hasan.

Baca Juga: 6 Saham RI Terdepak dari Indeks MSCI, Ini Daftarnya

"Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian. Nah ini juga kami konfirmasi," sambungnya.

Ia juga menambahkan, valuasi pasar saham Indonesia saat ini dinilai sudah cukup menarik dibandingkan dengan bursa regional lainnya. Menurutnya, rasio price to earnings ratio (PER) IHSG yang kini berada di kisaran 16 kali mencerminkan bahwa harga saham domestik sudah jauh lebih rendah dibandingkan posisi saat IHSG mencetak rekor tertinggi pada pertengahan Januari lalu.

"Sekarang bahkan secara PER regional, tingkat rata-rata per saham-saham kita sudah ada di bawah per rata-rata bursa-bursa lainnya. Sekarang tingkatnya di level 16 kali," sambung Hasan.

Dengan kondisi tersebut, OJK berharap investor dapat memanfaatkan momentum koreksi pasar secara selektif untuk masuk ke saham-saham yang memiliki fundamental dan prospek kinerja yang baik ke depan.

Hasan menilai kondisi pasar saat ini justru dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang, terutama terhadap emiten yang masih mencatatkan pertumbuhan kinerja dan memiliki prospek bisnis positif.

"Sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini. Untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu-waktu ke depannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, posisi IHSG hingga pukul 11.49 berada di level 6.738 atau terkoreksi 1,76% dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks sempat bergerak di level tertingginya 6.787 dan level terendahnya di level 6.726.

Akumulasi transaksi hingga menjelang penutupan sebanyak 24,18 miliar lembar saham atau senilai Rp10,06 triliun. Sebanyak 277 emiten menguat, 408 tertekan, dan 274 emiten stagnan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved