Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Rabu, 13 Mei 2026 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Manager Komunikasi dan Kerja Sama Yayasan KEHATI, Elvira P. Wongsosudiro menilai, kolaborasi lintas sektor penting untuk mendorong pengelolaan lingkungan pesisir yang berkelanjutan.
Sementara itu, Sustainability Manager PT Nestle Indonesia, Helena Ariesty menerangkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat program pelestarian lingkungan berbasis masyarakat sebagai upaya menumbuhkan sirkular ekonomi melalui pengelolaan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Aksi bersih pantai ini turut melibatkan komunitas Rhino Bahari, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kecamatan Sumur, Pemerintah Desa Sumberjaya, Babinkamtibmas Desa Sumberjaya, Brigslapa SMA 16 Pandeglang, serta SD Negeri Sumberjaya 01.
Camat Sumur, Aang Sumarna S.Sos menyampaikan bahwa penanganan sampah plastik menjadi salah satu tantangan berat yang dihadapi oleh masyarakat di Kecamatan Sumur. Kesadaran untuk memilah sampah harus terus ditingkatkan, salah satu caranya adalah melalui transfer teknologi dan pengetahuan yang dilakukan oleh Yayasan SALAKA dan tim.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Onah, STP, MM mengatakan persoalan sampah pesisir menjadi tantangan serius karena berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas perikanan masyarakat. “Sampah yang dipilah juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat tidak boleh sungkan dan malu memilah sampah mulai dari sumbernya,” ujarnya.
Sementara itu, Sustainability Manager PT Nestle Indonesia, Helena Ariesty menerangkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat program pelestarian lingkungan berbasis masyarakat sebagai upaya menumbuhkan sirkular ekonomi melalui pengelolaan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Aksi bersih pantai ini turut melibatkan komunitas Rhino Bahari, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kecamatan Sumur, Pemerintah Desa Sumberjaya, Babinkamtibmas Desa Sumberjaya, Brigslapa SMA 16 Pandeglang, serta SD Negeri Sumberjaya 01.
Camat Sumur, Aang Sumarna S.Sos menyampaikan bahwa penanganan sampah plastik menjadi salah satu tantangan berat yang dihadapi oleh masyarakat di Kecamatan Sumur. Kesadaran untuk memilah sampah harus terus ditingkatkan, salah satu caranya adalah melalui transfer teknologi dan pengetahuan yang dilakukan oleh Yayasan SALAKA dan tim.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Onah, STP, MM mengatakan persoalan sampah pesisir menjadi tantangan serius karena berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas perikanan masyarakat. “Sampah yang dipilah juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat tidak boleh sungkan dan malu memilah sampah mulai dari sumbernya,” ujarnya.
Lihat Juga :