Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Rabu, 13 Mei 2026 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Masalah Sampah Tuntas 100% pada 2029
“Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya penyadartahuan masyarakat untuk mengelola sampah plastik di lingkungannya harus dilakukan secara kolaboratif sehingga dampak dan perubahan yang terjadi akan dirasakan secara luas dengan hadirnya lingkungan pesisir yang bersih, sehat dan indah,” demikian disampaikan oleh Adi Susanto, Dosen Fakultas Pertanian UNTIRTA.
Syifa Alfiah, S.Pi selaku ketua Komunitas Rhino Bahari kegiatan ini bukan sekadar pelatihan pengolahan sampah, tetapi tentang tumbuhnya harapan bahwa pesisir dapat dijaga bersama. Ia menyakini perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil di rumah untuk memilah sampah, lalu terhubung menjadi gerakan kolaborasi antara masyarakat, pemuda, pemerintah desa, serta para pihak yang peduli terhadap lingkungan.
"Terima kasih kepada Yayasan Salaka, Yayasan KEHATI dan PT Nestlé Indonesia yang telah memberi ruang bagi kami untuk berkiprah dan membuktikan bahwa permasalahan sampah pun dapat diubah menjadi peluang, semangat, dan masa depan yang lebih baik bagi desa pesisir kami," ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, para pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pantai terus meningkat sehingga ekosistem pesisir dan laut di Kecamatan Sumur tetap terjaga untuk menopang kehidupan masyarakat di masa yang akan datang.
“Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya penyadartahuan masyarakat untuk mengelola sampah plastik di lingkungannya harus dilakukan secara kolaboratif sehingga dampak dan perubahan yang terjadi akan dirasakan secara luas dengan hadirnya lingkungan pesisir yang bersih, sehat dan indah,” demikian disampaikan oleh Adi Susanto, Dosen Fakultas Pertanian UNTIRTA.
Syifa Alfiah, S.Pi selaku ketua Komunitas Rhino Bahari kegiatan ini bukan sekadar pelatihan pengolahan sampah, tetapi tentang tumbuhnya harapan bahwa pesisir dapat dijaga bersama. Ia menyakini perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil di rumah untuk memilah sampah, lalu terhubung menjadi gerakan kolaborasi antara masyarakat, pemuda, pemerintah desa, serta para pihak yang peduli terhadap lingkungan.
"Terima kasih kepada Yayasan Salaka, Yayasan KEHATI dan PT Nestlé Indonesia yang telah memberi ruang bagi kami untuk berkiprah dan membuktikan bahwa permasalahan sampah pun dapat diubah menjadi peluang, semangat, dan masa depan yang lebih baik bagi desa pesisir kami," ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, para pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pantai terus meningkat sehingga ekosistem pesisir dan laut di Kecamatan Sumur tetap terjaga untuk menopang kehidupan masyarakat di masa yang akan datang.
(akr)
Lihat Juga :