Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona
Kamis, 14 Mei 2026 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Seiring dengan berkembangnya industri kesehatan dan wellness dunia, kebutuhan akan ekstrak bahan baku alam yang aman, efektif, dan berbasis sains semakin meningkat. Pabrik Klapanunggal dibangun dari fondasi riset yang telah dimulai sejak 1978 dan kini telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) tertinggi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menjadi indikator penting dalam menjamin mutu produk ekstrak bahan baku alam berbasis sains.
Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik serta pangan olahan. Sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kekayaan biodiversitas nasional.
Produk unggulan PT Phytochemindo Reksa, seperti ekstrak kunyit dan ekstrak temulawak yang telah di ekspor ke mancanegara sejak tahun 1992, menjadi bukti nyata bahwa produk herbal Indonesia mampu menembus pasar internasional. Hingga saat ini, produk perusahaan telah diekspor ke lebih dari 16 negara.
Peresmian fasilitas ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri farmasi nasional. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri mengatakan, pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi berbasis riset dan inovasi.
Peresmian Pabrik Klapanunggal ini mencerminkan kemajuan signifikan industri obat bahan alam di Indonesia. BPOM melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten, yang menjadi kunci dalam menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat produk. ”BPOM akan terus mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik serta pangan olahan. Sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kekayaan biodiversitas nasional.
Produk unggulan PT Phytochemindo Reksa, seperti ekstrak kunyit dan ekstrak temulawak yang telah di ekspor ke mancanegara sejak tahun 1992, menjadi bukti nyata bahwa produk herbal Indonesia mampu menembus pasar internasional. Hingga saat ini, produk perusahaan telah diekspor ke lebih dari 16 negara.
Peresmian fasilitas ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri farmasi nasional. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri mengatakan, pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi berbasis riset dan inovasi.
Peresmian Pabrik Klapanunggal ini mencerminkan kemajuan signifikan industri obat bahan alam di Indonesia. BPOM melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten, yang menjadi kunci dalam menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat produk. ”BPOM akan terus mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Lihat Juga :