Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Urals Rusia Cetak Rekor Tertinggi sejak 2023

Jum'at, 15 Mei 2026 - 15:41 WIB
loading...
Krisis Selat Hormuz,...
Harga minyak mentah andalan Rusia, Urals, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023. FOTO/AP
A A A
MOSKOW - Harga minyak mentah andalan Rusia, Urals, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023 di tengah krisis berkepanjangan di Selat Hormuz. Lonjakan harga tersebut memberi tambahan pemasukan besar bagi Kremlin meski perang di Ukraina dan sanksi Barat masih berlangsung.

Kementerian Keuangan Rusia mencatat rata-rata harga minyak Urals untuk perhitungan pajak Mei 2026 mencapai USD94,87 per barel dengan kurs 76,938 rubel per USD. Nilai tersebut setara hampir 7.300 rubel per barel atau naik 18% dibandingkan April dan sekitar 60% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?

Dikutip dari Bloomberg, Kementerian Keuangan Rusia menunjukkan produsen minyak membayar pajak federal sebesar 707,1 miliar rubel pada April 2026, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Namun, lonjakan pendapatan tersebut belum mampu sepenuhnya menutup defisit anggaran Rusia yang dalam empat bulan pertama 2026 melebar menjadi 5,9 triliun rubel atau sekitar USD79,5 miliar.



Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengakui kenaikan harga minyak belum berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal negara karena penguatan rubel dan meningkatnya kompensasi untuk kilang minyak menekan tambahan penerimaan negara.

Adapun kenaikan harga minyak Rusia dipicu terganggunya distribusi energi global akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sejak akhir Februari, Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia dilaporkan hampir tidak dapat diakses kapal komersial.

Baca Juga: Barat Bekukan Sekitar Rp10.353 Triliun Milik Rusia, Kuba, Venezuela, Iran, dan Korea Utara

Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan gangguan tersebut sebagai disrupsi pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern, bahkan melampaui krisis minyak dekade 1970-an. Volume lalu lintas kapal di Selat Hormuz disebut turun hingga sekitar lima persen dibanding kondisi normal sebelum konflik.

Terhambatnya pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia membuat permintaan terhadap minyak mentah Rusia meningkat tajam. Pendapatan ekspor mingguan Rusia pada awal Mei tercatat mencapai rekor USD2,57 miliar, sementara aliran ekspor minyak naik menjadi 3,66 juta barel per hari atau tertinggi sejak Desember 2025.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Pengeluaran Militer...
Pengeluaran Militer Global Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved